Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Frekuensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan mulai menunjukkan penurunan. Jika sebelumnya kebakaran bisa terjadi tiga hingga empat kali dalam sehari, kini jumlahnya berkurang menjadi satu hingga dua kejadian per hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan berdasarkan pendataan sementara, luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 98 hektare dengan total 138 kejadian.
Meski frekuensi kebakaran mulai berkurang, BPBD tetap melakukan pemantauan dan mengantisipasi potensi kebakaran susulan di sejumlah wilayah.
"Untuk saat ini karhutla, khususnya di Kota Balikpapan, sudah bisa dikatakan mulai menurun. Biasanya dalam sehari bisa tiga sampai empat kali, sekarang hanya satu atau dua kali," ujar Usman.
Berdasarkan sebaran kejadian, Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan catatan kebakaran terbanyak, yakni 55 kejadian. Disusul Balikpapan Selatan sebanyak 33 kejadian dan Balikpapan Utara sebanyak 29 kejadian.
Sementara itu, Balikpapan Tengah mencatat 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, dan Balikpapan Kota satu kejadian.
Data tersebut menunjukkan kejadian karhutla masih tersebar di hampir seluruh kecamatan di Balikpapan, meskipun intensitasnya mulai berkurang.
Di sisi lain, BPBD juga mulai mengantisipasi perubahan kondisi cuaca. Usman menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup panjang.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena hujan deras dalam waktu tertentu berpotensi memicu genangan hingga banjir sesaat di sejumlah kawasan.
"Kami juga mengantisipasi adanya hujan yang tiba-tiba besar dengan durasi yang cukup panjang. Artinya, kemungkinan terjadi banjir-banjir sesaat tetap harus diwaspadai," jelasnya.
Namun, persoalan yang dihadapi Balikpapan tidak hanya berkaitan dengan potensi hujan deras. Di tengah kondisi keterbatasan air bersih, masyarakat juga diminta bersiap apabila hujan tidak kunjung turun dalam waktu cukup lama.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak hanya berfokus pada ancaman banjir, tetapi juga mengantisipasi kemungkinan kekurangan air berkepanjangan.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dua kondisi cuaca yang berbeda, yakni hujan berintensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan banjir serta periode tanpa hujan yang dapat memperpanjang persoalan ketersediaan air.
Usman menegaskan, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan cuaca dan dampaknya terhadap lingkungan.
BPBD bersama instansi terkait akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan, baik terkait potensi karhutla maupun ancaman bencana hidrometeorologi di Kota Balikpapan. (ADV/Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar