Iklan Dua

Balikpapan Tengah Raih Terbaik III Arsip Digital, DPRD Dorong Kesadaran Masyarakat Simpan Dokumen Secara Digital

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kecamatan Balikpapan Tengah berhasil meraih penghargaan Terbaik III dalam pengelolaan arsip digital. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Hj Iim Rahman.

Politisi Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Balikpapan Tengah itu menilai prestasi tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung tata kelola administrasi yang lebih modern, tertata, dan aman di tengah perkembangan digitalisasi.

Iim mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraih wilayah yang diwakilinya. Dia berharap prestasi tersebut dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan setelah ini bisa juara satu,” ujarnya.

Menurut Iim, pengelolaan arsip digital kini menjadi kebutuhan penting. Terlebih, Kota Balikpapan memiliki potensi risiko bencana seperti banjir maupun kebakaran yang dapat mengancam keberadaan dokumen fisik.

Karena itu, arsip digital dinilai mampu menjadi solusi penyimpanan cadangan apabila sewaktu-waktu dokumen asli mengalami kerusakan atau hilang akibat kondisi darurat.

“Balikpapan dengan konturnya seperti ini rawan banjir dan rawan kebakaran. Nah, arsip digital ini penting sebagai cadangan data,” katanya.

Dia menambahkan, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menyimpan dokumen secara digital. Padahal, keberadaan arsip digital dapat membantu saat dokumen diperlukan dalam situasi mendesak.

“Kadang-kadang orang kalau sudah emergency itu tidak ingat. Tapi kalau kita punya cadangan data, tentu akan sangat membantu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Iim berharap pemanfaatan arsip digital tidak hanya terbatas pada dokumen pribadi. Berbagai data penting lainnya juga perlu disimpan secara digital agar lebih mudah diakses dan tetap aman.

Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik dapat meminimalkan berbagai persoalan administrasi di kemudian hari, termasuk ketika terjadi sengketa terkait data atau dokumen keluarga.

“Jadi data arsip itu tidak dicari ketika sudah terjadi persoalan, misalnya sengketa warisan dan sebagainya. Karena itu pelan-pelan masyarakat harus mulai memahami pentingnya arsip digital,” jelasnya.

Selain mengapresiasi capaian Balikpapan Tengah, Iim mengaku terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan arsip digital sebagai bagian dari adaptasi perkembangan teknologi informasi.

“Ya, saat ini saya masih sering mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk mulai mengarsipkan semua data-data penting seperti ijazah, sertifikat rumah atau tanah secara digital,” pungkasnya. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)