Iklan Dua

ISOG Capai First Gas Lapangan Karamba, Pasok Energi untuk Kilang Balikpapan

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – PT Indo Sino Oil dan Gas (ISOG) berhasil mencapai gas pertama (first gas) dari Lapangan Karamba di Wilayah Kerja Wain PSC, Kalimantan Timur. Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan sekaligus memperkuat pasokan gas domestik untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Produksi awal Lapangan Karamba ditetapkan sebesar 4 juta standar kaki kubik gas per hari (MMscfd). Angka tersebut ditargetkan meningkat hingga mencapai level produksi stabil (plateau) sebesar 7,35 MMscfd pada kuartal IV 2026.



Gas yang dihasilkan akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi Kilang Unit V Balikpapan. Penyaluran dilakukan melalui kerja sama pemanfaatan infrastruktur dengan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

Keberhasilan itu diraih melalui pengembangan proyek yang relatif cepat. ISOG menuntaskan Proyek Karamba hanya dalam waktu 25 bulan sejak kontrak Engineering, Procurement, Construction and Installation (EPCI) diberikan pada April 2024.

Direktur Utama ISOG Tang Zhongfu menyebut pencapaian tersebut menjadikan Karamba sebagai proyek gas pertama ISOG di Kalimantan Timur yang dikembangkan menggunakan skema fast-track development.

“Pencapaian Gas Pertama Lapangan Karamba merupakan wujud komitmen ISOG untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan sumber daya gas yang cepat, efisien, dan berkelanjutan. Kami optimistis proyek ini akan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pasokan energi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Lapangan Karamba tercatat memiliki cadangan gas sebesar 64,4 miliar kaki kubik (Bscf) berdasarkan kategori proven and probable reserves (2P). Pengembangannya meliputi re-entry sumur KUD-1, pengeboran dua sumur pengembangan baru, pembangunan Central Processing Facility (CPF), pembangunan pipa gas sepanjang 16,3 kilometer, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Sebelum memasuki fase produksi, sumur KUD-1 mencatat hasil uji produksi yang cukup menjanjikan. Laju alir gas mencapai 9,5 MMscfd. Hasil tersebut menunjukkan potensi reservoir yang kuat dan menjadi dasar optimisme terhadap keberlanjutan produksi Lapangan Karamba dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan pasokan gas nasional, proyek ini juga memberikan nilai tambah melalui optimalisasi infrastruktur yang sudah ada. Pengembangan Karamba turut mendorong peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, baik berupa barang maupun tenaga kerja, sekaligus membuka peluang pengembangan proyek migas baru di wilayah onshore Cekungan Kutai.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengapresiasi keberhasilan ISOG mencapai target first gas sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“SKK Migas mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak sehingga Proyek Karamba dapat mencapai Gas Pertama dengan cepat dan selamat. Kami berharap produksi dari Lapangan Karamba dapat mencapai target dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas nasional,” katanya.

Menurut Djoko, keberhasilan proyek tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), pemerintah, dan pemanfaatan infrastruktur eksisting mampu mempercepat monetisasi sumber daya migas sekaligus meningkatkan efisiensi investasi.

Proyek Karamba mulai memasuki tahap commissioning pada 17 Juni 2026 dan dijadwalkan onstream pada 24 Juni 2026. Pengembangan lapangan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi pengembangan sumber daya gas di Kalimantan Timur serta mendukung upaya pemerintah menjaga keseimbangan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi dalam negeri. (*)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)