Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai berjalan setelah perizinan proyek diterbitkan. PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) sebagai perusahaan daerah yang mendapat penugasan tersebut telah memulai tahapan pembangunan dengan dukungan modal yang disebut telah tersedia.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan pembangunan SPBN Anggana menjadi bagian dari penugasan pemerintah daerah kepada MGRM. Fasilitas itu diharapkan dapat menunjang kebutuhan bahan bakar nelayan sekaligus memperluas pengembangan usaha perusahaan daerah.
“Sudah jalan, teman-teman sudah jalan untuk pembangunan SPBN,” ujar Aulia, Selasa (27/10/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan SPBN tidak hanya direncanakan di Anggana. Pemerintah daerah juga memiliki rencana pengembangan fasilitas serupa di wilayah hulu, meski pelaksanaannya masih berada dalam tahap proses.
“Memang ada beberapa penugasan kita terkait dengan SPBN ini, di Anggana salah satunya, di hulu juga ada, dan ini masih dalam tahap proses,” katanya.
Khusus untuk Anggana, progres pembangunan saat ini diperkirakan masih sekitar 10 persen. Aulia menyebutkan, tahapan pengerjaan baru mulai berjalan setelah izin yang diperlukan terbit, sehingga proses pembangunan selanjutnya dapat dilanjutkan.
“Mungkin sekitar 10 persen, karena izinnya baru keluar,” ungkapnya.
Dari sisi pendanaan, Aulia memastikan kesiapan modal bukan menjadi kendala utama dalam pelaksanaan proyek tersebut. MGRM diharapkan dapat melanjutkan pembangunan sesuai tahapan setelah persyaratan perizinan terpenuhi.
“Tapi untuk permodalan atau modal kita no issue. Modalnya sudah cukup siap untuk itu,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan posisi MGRM dalam pengembangan fasilitas tersebut. Perusahaan daerah itu tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga bertindak sebagai pihak yang membiayai pembangunan sekaligus memiliki fasilitas SPBN.
“Iya. Bukan mengelola saja, ya, memodali, pemiliknya nanti MGRM,” ujarnya.
Keberadaan SPBN Anggana diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi nelayan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk melaut. Fasilitas tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap aktivitas perikanan masyarakat pesisir yang membutuhkan pasokan bahan bakar untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Pemerintah daerah berharap pembangunan dapat diselesaikan tanpa memerlukan waktu terlalu lama agar fasilitas segera berfungsi sesuai peruntukannya. Dengan demikian, nelayan di Anggana dapat memanfaatkan layanan tersebut setelah seluruh tahapan pembangunan rampung.
“Kita berharap ini juga tidak dalam waktu lama akan selesai sehingga ini bisa dimanfaatkan oleh kawan-kawan nelayan yang ada di Anggana,” pungkas Aulia. (Adv)
Tulis Komentar