Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Komunitas kreatif di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) disiapkan memperoleh dukungan stimulus sebesar Rp100 juta per kelompok melalui Program Stimulus Komunitas Kreatif. Program yang masuk dalam agenda Kukar Idaman Terbaik periode 2025–2029 itu diarahkan untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong aktivitas ekonomi berbasis kreativitas masyarakat.
Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kukar, Antoni Kusbiantoro, mengatakan program tersebut merupakan salah satu dari enam program dedikasi yang dikawal bidangnya. Pemerintah daerah ingin memberikan ruang lebih luas bagi komunitas untuk mengembangkan potensi dan kegiatan produktif.
“Program Stimulus Komunitas Kreatif merupakan dedikasi Kukar Idaman Terbaik untuk memberikan ruang kepada seluruh insan kreatif di Kutai Kartanegara,” ujar Antoni, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, komunitas memiliki peran dalam mengembangkan kegiatan ekonomi yang berangkat dari kreativitas masyarakat. Potensi tersebut perlu didukung melalui ruang kolaborasi agar gagasan yang dimiliki kelompok tidak berhenti pada penciptaan karya, tetapi juga dapat berkembang menjadi kegiatan produktif.
Dukungan pemerintah melalui program ini dirancang untuk membantu komunitas memperkuat aktivitas bersama. Stimulus yang diberikan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan gagasan, membangun kerja sama, dan menciptakan peluang ekonomi sesuai potensi masing-masing kelompok.
“Dengan memberikan stimulus dalam membangun kolaborasi komunitas ekonomi kreatif, harapannya ekosistem ekonomi kreatif ini bisa semakin produktif,” katanya.
Antoni menjelaskan, salah satu skema yang dirancang adalah pemberian stimulus sebesar Rp100 juta untuk setiap komunitas atau kelompok. Besaran tersebut menjadi bentuk dukungan yang disiapkan pemerintah daerah dalam mendorong kegiatan ekonomi kreatif berbasis komunitas.
“Misalnya stimulus satu Rp100 juta per komunitas, seperti itu. Itulah salah satu contoh-contohnya,” jelasnya.
Namun, pengembangan program tidak hanya berkaitan dengan besaran dukungan yang diberikan. Pemanfaatan stimulus perlu diarahkan pada kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi kelompok sehingga dapat menunjang produktivitas serta memperkuat kolaborasi antarpelaku kreatif.
Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan ekonomi. Komunitas diharapkan menjadi ruang bagi pelaku kreatif untuk mengembangkan kegiatan bersama dan memperluas peluang usaha yang berangkat dari potensi lokal.
“Harapannya, program ini dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Kukar,” pungkas Antoni. (Adv)
Tulis Komentar