Iklan Dua

ISPU Balikpapan Fluktuatif, Kasus ISPA Justru Turun pada Oktober 2026

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Balikpapan mengalami penurunan pada Oktober 2026, meskipun indeks standar pencemar udara (ISPU) masih berfluktuasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan, jumlah kasus ISPA pada Oktober tercatat sekitar 6.157 kasus, lebih rendah dibandingkan September yang mencapai 7.773 kasus.

Penurunan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah kondisi kualitas udara yang sempat memburuk akibat kabut asap. Dinkes menilai kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan menjadi salah satu faktor penting untuk menekan risiko gangguan pernapasan.

"Alhamdulillah, di Kota Balikpapan, walaupun data ISPU mengalami fluktuasi naik turun, kondisi ini tidak diikuti peningkatan kasus ISPA. Artinya, masyarakat sudah menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Alwiati.

Menurutnya, masyarakat perlu tetap waspada meskipun jumlah kasus ISPA menunjukkan tren penurunan. Pasalnya, perubahan kualitas udara dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia).

Penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang terus dianjurkan, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

Alwiati juga menilai kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ketika ISPU berada pada kategori tinggi turut membantu melindungi kesehatan anak-anak. Dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, paparan polusi udara terhadap siswa dapat ditekan.

Selain anak-anak, kelompok lansia dan masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan juga diminta lebih memperhatikan perlindungan diri.

Dinkes Balikpapan turut mengimbau perusahaan untuk berkontribusi dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui bantuan masker.

Menurut Alwiati, dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan masker, terutama bagi warga yang tetap harus bekerja atau beraktivitas di luar ruangan.

Ia mengingatkan masih ada masyarakat usia produktif yang beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker, meskipun kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

Di sisi lain, masyarakat yang mengalami gejala ISPA diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit.

Alwiati menjelaskan, pengobatan ISPA dapat diakses melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat dapat menggunakan kepesertaan BPJS Kesehatan untuk memperoleh pelayanan medis.

"Kalau ada yang merasa sakit, silakan langsung ke fasilitas kesehatan menggunakan kartu BPJS atau JKN untuk berobat," katanya.

Dinkes juga memberi perhatian khusus terhadap pencegahan ISPA agar tidak berkembang menjadi pneumonia atau infeksi paru-paru yang lebih serius.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan dan segera mencari pertolongan medis apabila kondisi kesehatan memburuk.

Meski kasus ISPA menurun, Alwiati mengingatkan masyarakat tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker saat diperlukan untuk menjaga kesehatan di tengah fluktuasi kualitas udara Balikpapan. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)