Iklan Dua

Kekeringan El Nino Tekan Hasil Panen, Pemkot Balikpapan Gelar Pangan Murah dan Awasi Distributor

$rows[judul]

Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Dampak kekeringan akibat El Nino di sejumlah daerah sentra produksi pangan menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan. Keterbatasan produksi lokal dan penurunan hasil panen petani di daerah pemasok berpotensi mengganggu pasokan serta memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.


Untuk menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat, Pemkot Balikpapan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Oktober 2026, di halaman Balai Kota Balikpapan.


Kegiatan ini dilaksanakan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.


Penjabat Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, mengatakan keterbatasan produksi pangan lokal menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut diperberat dengan banyaknya petani di daerah pemasok yang mengalami penurunan hasil panen.


“Karena keterbatasan produksi lokal, banyak petani mengalami penurunan hasil panen. Kondisi ini tentu berdampak terhadap ketersediaan pasokan dan harga pangan,” ujar Agus.


Pemerintah mencermati kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama beras dan cabai. Gangguan produksi di daerah pemasok berpotensi memengaruhi kelancaran pasokan pangan yang masuk ke Balikpapan.


Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah berupaya memperpendek rantai distribusi agar komoditas kebutuhan pokok dapat menjangkau konsumen dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah di tengah tekanan sektor pangan.


Selain menggelar pasar murah, Pemkot Balikpapan mengingatkan distributor dan pelaku usaha logistik agar tidak memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan stok maupun memainkan harga.


Pengawasan distribusi diperlukan untuk menjaga kelancaran pasokan dari daerah produsen hingga ke pasar tradisional. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak semakin terbebani apabila terjadi gangguan produksi dan kenaikan biaya distribusi.


Di sisi lain, ketersediaan cadangan beras di gudang Bulog menjadi salah satu penopang pasokan pangan di Balikpapan. Pemerintah juga menaruh perhatian pada kelancaran distribusi agar stok yang tersedia dapat mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat.


Pemkot Balikpapan menargetkan pengawasan distribusi pangan diperketat hingga momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan permintaan menjelang akhir tahun sekaligus menjaga ketersediaan bahan pokok di pasaran.


Melalui Gerakan Pangan Murah dan pengawasan distribusi, Pemkot Balikpapan berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, melindungi daya beli masyarakat, serta mengantisipasi tekanan inflasi di tengah ancaman gangguan produksi pangan akibat kekeringan. (ADV/ Diskominfo Balikpapan)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)