Iklan Dua

Lebih dari 350 Usulan Masuk Rakorenbang Manggar, Hanya 15 Jadi Prioritas

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, menggelar Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) tahun 2027 di Aula Kecamatan Balikpapan Timur, pada Kamis (22/1/2026).



Kegiatan ini mengusung tema Peningkatan Kota Nyaman untuk Semua Berbasis SDM Berkarakter, Ekonomi Bernilai Tambah, Infrastruktur Tangguh, dan Tata Kelola Inovatif.

Rakorenbang tersebut dihadiri anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Sabaruddin Panrecalle dan Nurhadi Saputra, perwakilan Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Puskesmas, unsur kelurahan dan kecamatan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), LSM, para ketua RT, serta undangan lainnya.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, menilai jumlah usulan pembangunan yang dapat diteruskan masih belum proporsional.

Dari 34 kelurahan di Balikpapan, hanya sekitar 10 usulan yang masuk dalam Musrenbang tingkat kecamatan, sementara pada tingkat kota jumlahnya berkurang menjadi sekitar lima usulan.

“Kondisi ini tentu tidak lepas dari adanya pemangkasan anggaran,” ujar Sabaruddin, yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Kaltim.

Ia menjelaskan, mekanisme perencanaan pembangunan harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, hingga provinsi dan pusat. Dari ratusan usulan yang disampaikan masyarakat, hanya sebagian kecil yang dapat ditetapkan sebagai prioritas karena keterbatasan anggaran.

Di Kelurahan Manggar sendiri, tercatat lebih dari 350 usulan pembangunan yang masuk. Namun, sesuai ketentuan, hanya 15 usulan skala prioritas yang dapat diajukan ke tahap berikutnya.

Menurut Sabaruddin, tidak semua usulan tersebut dapat dipastikan terealisasi, meski akan tetap dikawal melalui jalur perencanaan dan pembahasan bersama DPRD.

“Tidak semua usulan bisa langsung terakomodasi, tetapi akan tetap diperjuangkan sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran,” kata dia.



Sementara itu, Lurah Manggar Munir Achmad yang diwakili Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Martin Solly, mengatakan Rakorenbang menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah penyampaian aspirasi warga kepada pemerintah.

“Kegiatan ini menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai permasalahan dan kebutuhan masyarakat, sekaligus bagaimana cara mengusulkannya agar dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran perwakilan DPRD dan perangkat daerah terkait dapat membantu mengawal aspirasi masyarakat Manggar agar dapat direalisasikan pada tahap perencanaan berikutnya.

Ketua LPM Manggar, Muhammad Amiruddin, menyampaikan bahwa dari sekitar 353 usulan yang dihimpun dari seluruh RT, telah ditetapkan 15 usulan prioritas pembangunan. Usulan tersebut didominasi perbaikan infrastruktur lingkungan, terutama drainase dan jalan.

Beberapa usulan prioritas antara lain perbaikan drainase di sejumlah RT yang kerap terdampak genangan saat hujan, rehabilitasi jalan lingkungan, pembangunan jembatan, serta perbaikan sarana gedung penunjang kegiatan masyarakat.

“Penetapan skala prioritas bukan berarti usulan lainnya diabaikan. Seluruhnya tetap akan dicatat dan diperjuangkan sesuai tahapan perencanaan,” kata Amiruddin.

Ia berharap sinergi antara pemerintah kelurahan, kecamatan, DPRD, dan masyarakat dapat terus terjaga agar pembangunan di Kelurahan Manggar dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)