Iklan Dua

HUT SMKN 6 Balikpapan, Motor Listrik Karya Siswa hingga Job Fair Serap Tenaga Kerja

$rows[judul] Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Perayaan HUT ke-14 SMK Negeri 6 Balikpapan, pada Jumat (17/4/2026), tak sekadar seremoni. Sekolah ini memamerkan karya inovatif siswa sekaligus membuka peluang kerja melalui job fair yang melibatkan sejumlah perusahaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, serta perwakilan Pemkot Balikpapan.



Sorotan utama datang dari hasil karya siswa berupa modifikasi motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Inovasi tersebut menarik perhatian tamu undangan karena dinilai relevan dengan perkembangan teknologi energi ramah lingkungan.

Sigit mengapresiasi kreativitas siswa. Menurutnya, karya tersebut menjadi bukti bahwa pelajar SMK mampu berinovasi dan menjawab tantangan zaman. “Ada motor bensin dimodifikasi jadi listrik. Ini bukti kreativitas anak-anak kita,” ujarnya.

Ia menjelaskan, motor listrik itu menggunakan tambahan dinamo dan baterai sebagai sumber tenaga. Bahkan, kendaraan tersebut sudah diuji coba.

“Saya sempat mencoba. Sistem pengisiannya pakai cas, dan motor ini juga bisa mundur. Masih tahap uji coba, ada sekitar empat unit yang ditampilkan,” tambahnya.

Selain pameran karya, HUT juga dirangkai dengan job fair yang diikuti berbagai perusahaan dari sektor ritel, otomotif, hingga pelayaran. Sejumlah perusahaan membuka lowongan dengan kebutuhan tenaga kerja mencapai belasan orang.

“Ini kesempatan bagus, khususnya bagi lulusan SMK agar bisa langsung terserap di dunia kerja,” jelas Sigit.

Tak hanya itu, Dinas Tenaga Kerja Kota Balikpapan turut membuka layanan pembuatan kartu kuning (AK1) secara langsung untuk memudahkan pencari kerja.

Dari sisi kebijakan, DPRD Kaltim disebut terus mendorong peningkatan kualitas SDM, baik tenaga pendidik maupun peserta didik. Penguatan pendidikan vokasi dinilai penting agar lulusan siap kerja, terlebih dengan kebutuhan industri yang terus meningkat, termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami mendukung peningkatan SDM agar lulusan SMK benar-benar siap kerja sesuai kompetensi,” tegasnya.

Ia juga menyinggung pengembangan infrastruktur pendidikan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Saat ini, terdapat penambahan ruang belajar serta pembangunan fasilitas sekolah, termasuk alokasi anggaran sekitar Rp10 miliar untuk kelanjutan pembangunan.

Selain itu, pemerintah juga fokus mengembangkan sekolah baru yang masuk dalam rencana pembangunan daerah (RPJMD).

Di luar pendidikan formal, peningkatan kompetensi tenaga kerja dilakukan melalui program Balai Latihan Kerja (BLK).
Pelatihannya mencakup berbagai bidang seperti tata boga, alat berat, administrasi perkantoran, hingga akuntansi, lengkap dengan sertifikasi.

“Pelatihan dan sertifikasi ini penting karena banyak pekerjaan mensyaratkan itu, apalagi dengan kebutuhan tenaga kerja di IKN,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, lulusan SMK dan tenaga kerja lokal diharapkan mampu bersaing di dunia industri.

Perayaan HUT ke-14 SMKN 6 Balikpapan pun menjadi momentum menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tak hanya mencetak lulusan, tetapi juga generasi kreatif, inovatif, dan siap kerja. (mto) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)