Iklan Dua

IKN Mengepung Sepaku, Bupati Penajam Desak Pemuda Lokal Jadi Pemain Inti Bukan Penonton

$rows[judul]

Porosnusantaranews, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, melayangkan peringatan keras kepada generasi muda di Kecamatan Sepaku agar segera mendongkrak kompetensi diri.

Berada langsung di episentrum Mega proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), pemuda lokal didorong untuk mengambil peran strategis agar tidak tergilas dan sekadar menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri.

Pesan bernada alarm tersebut disampaikan Mudyat saat menutup Pekan Olahraga Karang Taruna (Pokar) 2026 Kecamatan Sepaku di Desa Bumi Harapan—kawasan yang berbatasan langsung dengan inti IKN—Jumat malam, 30 Oktober 2026.

Mudyat menegaskan, status Sepaku yang kini menjelma sebagai Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN membawa konsekuensi persaingan sumber daya manusia (SDM) yang sengit. 

Arus urbanisasi dan masuknya tenaga kerja luar daerah berpotensi meminggirkan warga lokal jika tidak diimbangi dengan kesiapan keterampilan.

“Wilayah Sepaku merupakan bagian inti dari kawasan IKN, masyarakatnya harus bisa menjadi pemain inti. Jangan sampai peluang yang ada justru lebih banyak dimanfaatkan pihak lain,” ujar Mudyat menyoroti risiko marginalisasi ekonomi dan sosial warga setempat.

Di samping urusan daya saing ekonomi, Mudyat juga menggarisbawahi pentingnya membangun relasi yang seimbang antara warga Sepaku dan Otorita IKN. 

Ia tidak menampik bahwa proses transformasi kilat kawasan tersebut menyisakan sejumlah riak dan persoalan sosial di lapangan.

Mudyat mengingatkan agar pembangunan IKN tidak menciptakan sekat eksklusif maupun kesenjangan menganga antara pendatang dan penduduk asli.

Untuk meredam potensi gesekan sosial tersebut, intervensi pembinaan kepemudaan melalui organisasi seperti Karang Taruna dinilai krusial. Ajang olahraga tahunan seperti Pokar—yang kini memasuki tahun keempat—dibidik sebagai wadah taktis untuk mengonsolidasikan solidaritas pemuda antardesa sekaligus menyaring potensi kepemimpinan masa depan.

“Dari kegiatan seperti ini kita berharap akan lahir pemuda yang memiliki potensi dan kelak menjadi pemimpin masa depan,” kata Mudyat.

Pemerintah daerah berharap, lewat penguatan kapasitas yang merata di tingkat tapak, lompatan pembangunan IKN bisa berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan sosiologis masyarakat Sepaku, bukan malah memicu ketimpangan baru di beranda ibu kota baru.(adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)