Iklan Dua

DPRD Balikpapan Pastikan Stok BBM Aman, Warga Diminta Tidak Panik

$rows[judul] Keterangan Gambar : Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengimbau masyarakat tetap tenang menyusul kekhawatiran terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya tensi konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.

Fauzi menegaskan, hingga saat ini stok BBM di Kota Balikpapan masih dalam kondisi aman. Ia menyampaikan hal tersebut setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dinas pertanian dan dinas perdagangan.

“Secara umum, komoditas di Kota Balikpapan masih aman,” ujar Fauzi kepada wartawan, pada Senin (30/3/2026).

Menurut dia, situasi konflik di Timur Tengah memang berpotensi menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Namun demikian, hingga kini belum terdapat indikasi gangguan terhadap ketersediaan BBM maupun kebutuhan pokok lainnya di Balikpapan.

Ia menjelaskan, informasi yang diterima dari instansi terkait menunjukkan bahwa distribusi dan stok komoditas masih terkendali. Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil langkah yang justru dapat memperburuk kondisi.

Fauzi mengingatkan pentingnya menghindari perilaku panic buying atau pembelian dalam jumlah berlebihan. Tindakan tersebut dinilai dapat memicu kelangkaan, meskipun pasokan sebenarnya mencukupi.

“Jangan sampai ada yang membeli secara berlebihan atau menimbun, karena itu bisa menimbulkan kelangkaan,” katanya.

Lebih lanjut, Fauzi mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan BBM. Ia menekankan agar konsumsi dilakukan sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan kekhawatiran yang belum tentu terjadi.

“Masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan. Tidak perlu berlebihan,” ujarnya.

Dengan kondisi stok yang masih aman, pemerintah daerah berharap stabilitas pasokan dan distribusi BBM di Balikpapan dapat terus terjaga di tengah dinamika global. (Adv/mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)