Iklan Dua

Disdikbud Balikpapan Gaspol Bangun SMPN 29, Anggaran Rp24 Miliar Digelontorkan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik

Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Awal 2026 dimanfaatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan untuk tancap gas memperkuat infrastruktur pendidikan. Salah satu fokus utama tahun ini adalah pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan yang akan berdiri di kawasan perumahan Grand City, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara.

Langkah tersebut diambil untuk menjawab kebutuhan sekolah menengah pertama di kawasan utara kota yang pertumbuhan penduduknya kian pesat. Tak hanya membangun unit sekolah baru, Disdikbud juga menambah daya tampung SMPN 24 Balikpapan di KM 7,5 dengan penambahan rombongan belajar (rombel).

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa 2026 menjadi tahun akselerasi pembangunan pendidikan. Saat ini, pihaknya tengah merampungkan seluruh proses administrasi agar proyek fisik dapat segera dilelang.

“Tahun 2026 fokus kami adalah eksekusi pembangunan fisik. Ada dua prioritas, penambahan rombel di SMPN 24 dan pembangunan SMPN 29 di Grand City,” ujar Irfan, pada Rabu (4/2/2026).

Untuk pembangunan SMPN 29, Disdikbud mengalokasikan anggaran sekitar Rp24 miliar dari APBD Kota Balikpapan. Sebelum masuk tahap lelang, Disdikbud akan melakukan ekspos Detail Engineering Design (DED) pada Kamis (5/2/2026), melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pihak pengembang Grand City guna menyelaraskan desain dengan tata ruang kawasan.

“Target kami Maret 2026 proses lelang sudah berjalan. Skemanya satu tahun anggaran. Harapannya, akhir tahun gedung sudah bisa berdiri,” tambahnya.

Selain bangunan fisik, Disdikbud juga menyiapkan distribusi tenaga pendidik untuk mengisi sekolah-sekolah baru hasil pembangunan 2025 dan 2026. Menurut Irfan, kebutuhan guru telah diproyeksikan sejak awal agar operasional sekolah bisa langsung berjalan.

Di sisi lain, Pemkot Balikpapan juga memberi perhatian serius pada kesejahteraan tenaga pendidik. Di tengah kebijakan pengetatan anggaran, penyelesaian penggajian guru dengan skema Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) tetap menjadi prioritas.

“Selain pembangunan, fokus besar kami di 2026 adalah penyelesaian penggajian guru PJLP. Ini tidak boleh terabaikan agar kualitas pembelajaran tetap terjaga,” tegasnya.

Irfan juga memastikan program seragam sekolah gratis tetap berjalan pada 2026. Anggaran program tersebut mengalami kenaikan sekitar 10 persen seiring pertambahan jumlah peserta didik. Total anggaran yang disiapkan mencapai kisaran Rp30 miliar.

Dengan pembangunan SMPN 29 dan penambahan rombel SMPN 24, Pemkot Balikpapan berharap persoalan klasik keterbatasan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dapat ditekan secara signifikan pada tahun-tahun mendatang. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)