Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan terus menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, transaksi QRIS mencapai 39,28 juta transaksi atau tumbuh 93,72 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai transaksi menembus Rp4,26 triliun atau meningkat 60,01 persen (yoy).
Peningkatan tersebut menjadi indikator semakin luasnya adopsi pembayaran digital oleh masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah di Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, serta Kabupaten Penajam Paser Utara. Untuk menjaga momentum itu, KPwBI Balikpapan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan Festival Nontunai Nusantara Running (FENTURUN) 2026 sebagai bagian dari Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) Series 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan, FENTURUN menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.
"FENTURUN merupakan wujud komitmen KPwBI Balikpapan dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang semakin inklusif, produktif, dan berkelanjutan," ujarnya.
FENTURUN merupakan agenda tahunan yang telah digelar sejak 2024. Tidak hanya menjadi ajang olahraga, kegiatan ini berkembang sebagai ruang kolaborasi sekaligus promosi potensi daerah. Tahun ini, FENTURUN mengusung tema keberlanjutan dengan tagline Step for the Run, Step for the Future yang menggabungkan gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan, penguatan UMKM, peningkatan literasi masyarakat, serta perluasan akseptasi pembayaran digital.
Kegiatan akan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Pantai Kilang Mandiri Balikpapan dengan melibatkan sekitar 3.500 peserta pada kategori 5K, 10K, dan Half Marathon (21K).
Selain lomba lari, FENTURUN menghadirkan 16 UMKM kuliner unggulan, pengalaman transaksi menggunakan QRIS, serta berbagai layanan publik. Mulai dari layanan kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan, pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pendaftaran perlindungan sosial digital dari Dinas Sosial, layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah, penampilan seni dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata sebagai bagian dari Pesona Balikpapan 2026, hingga kompetisi literasi digital.
Seluruh transaksi selama kegiatan dilakukan menggunakan QRIS sebagai implementasi nyata ekosistem pembayaran digital sekaligus menghadirkan pengalaman transaksi yang mudah dan terintegrasi bagi masyarakat.
FENTURUN 2026 juga mengusung konsep ramah lingkungan. Salah satu inovasinya adalah penggunaan medali finisher berbahan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai bentuk penerapan ekonomi sirkular. Panitia juga menyediakan reusable bottle dan paper glass di seluruh titik water station untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Robi menjelaskan, pertumbuhan transaksi QRIS tidak terlepas dari sinergi berbagai program bersama mitra strategis. Melalui program Sinergi Bersama Mewujudkan Akselerasi QRIS (SEMARAK QRIS) 2026, KPwBI Balikpapan bersama industri sistem pembayaran terus mendorong percepatan akseptasi QRIS melalui kompetisi akuisisi merchant, peningkatan volume transaksi, serta berbagai kegiatan edukasi dan literasi masyarakat.
Selain itu, KPwBI Balikpapan kembali menggelar QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026 dengan melibatkan generasi muda sebagai agen perubahan transaksi digital. Program tersebut mempromosikan lebih dari 118 UMKM kuliner yang telah menjadi merchant QRIS.
Melalui penguatan eksposur UMKM di Google Review dan media sosial, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya tarik, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong peningkatan kunjungan dan transaksi QRIS. Digitalisasi pembayaran yang dipadukan dengan promosi UMKM diyakini dapat menciptakan multiplier effect berupa peningkatan pendapatan, penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui berbagai program edukasi dalam rangkaian FENTURA Series 2026. Di antaranya Program Belajar Rupiah dan Pelindungan Konsumen di Lingkungan Kelurahan (BERLIAN) bersama Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan untuk meningkatkan literasi hingga tingkat keluarga.
Selain itu, terdapat Program Edukasi Sinergi (ENERGI) yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas, serta Edukasi Keliling (ELING) yang menyasar kalangan muda melalui edukasi mengenai QRIS, Cinta Bangga Paham Rupiah, dan pelindungan konsumen.
Melalui rangkaian program tersebut, KPwBI Balikpapan juga mendukung berbagai program prioritas pemerintah, di antaranya Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial. Upaya itu diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memperkuat kualitas layanan publik serta tata kelola pemerintahan. (*/mto)
Tulis Komentar