Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Lantunan salawat menggema dari halaman Masjid Mambaul Ulum Al-Hasani, Gang Mambaul Ulum, Jalan Proklamasi RT 61, Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur, Sabtu malam (5/9/2026).
Suasana khusyuk terasa dalam peringatan Tablig Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut. Warga dan jamaah yang hadir larut dalam lantunan salawat yang diiringi gendang. Suara merdu dari Majelis Sholawat Al Hasani turut menambah kekhidmatan acara.
Kegiatan itu dihadiri Habib Azam Muhammad Zain Alqadrie, Ustaz Amin Wahyudi, Ketua Takmir Masjid Mambaul Ulum Al-Hasani H Ismail, sejumlah tokoh masyarakat, Ketua RT 36, 61, 95, dan 97, serta warga sekitar.
Tausiyah menjadi salah satu agenda utama. Dalam kesempatan tersebut, Habib Azam Muhammad Zain Alqadrie mengajak jamaah menjadikan salawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Ketua Panitia Ustaz Sattowi dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh warga Masjid Mambaul Ulum Al-Hasani dan panitia yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan.
Dia berharap peringatan Maulid Nabi dapat terus digelar setiap tahun. Selain sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan masyarakat.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Habib Azam menekankan pentingnya memperbanyak membaca salawat. Menurut dia, salawat bukan sekadar amalan yang dilakukan sesekali, melainkan bentuk kecintaan dan upaya menjaga hubungan batin dengan Rasulullah Muhammad SAW.
"Allahumma salli ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa sallam," ucapnya saat mengajak jamaah bersalawat.
Habib Azam menyampaikan, orang yang terbiasa bersalawat akan memiliki kecintaan yang kuat kepada Nabi Muhammad SAW. Kecintaan itu diharapkan tidak hanya muncul sesaat, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, dia mengajak jamaah untuk tidak meninggalkan salawat dalam berbagai keadaan. Saat hendak tidur, misalnya, jamaah dianjurkan memperbanyak salawat. Begitu pula ketika menghadapi persoalan dan kesulitan dalam kehidupan.
"Kalau ada masalah hidup, baca salawat kepada Nabi Muhammad," pesannya.
Dia juga menyampaikan amalan yang diajarkan ulama, yakni membaca Salawat Nariyah sebanyak 11 kali setelah menyelesaikan salat lima waktu. Dengan memperbanyak salawat, dia berharap berbagai persoalan yang dihadapi dapat perlahan mendapat jalan keluar atas izin Allah SWT.
Menurut Habib Azam, kegelisahan dan kegalauan seseorang dapat berangsur sirna ketika dirinya senantiasa mengingat dan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Keterikatan hati dengan Rasulullah juga diyakini dapat membawa seseorang lebih dekat kepada Allah SWT.
Dia kemudian mengingatkan jamaah tentang kehidupan setelah kematian. Menurutnya, manusia pada akhirnya akan kembali menghadap Allah SWT. Karena itu, kehidupan di dunia harus diisi dengan amal saleh, ketaatan kepada Allah, serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Habib Azam menggambarkan kondisi manusia ketika berada di dalam kubur. Ukuran liang kubur yang terbatas tidak lantas menjadi gambaran akhir bagi orang yang selama hidupnya beriman dan bertakwa.
Sebaliknya, dia menyampaikan, bagi orang saleh dan taat kepada Allah SWT serta memiliki kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, Allah akan memberikan kelapangan di alam kuburnya.
"Kalau dia soleh, takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, tersambung dengan Nabi Muhammad SAW, Alhamdulillah, kuburnya diperluas oleh Allah," tuturnya.
Dia menyebut kelapangan tersebut digambarkan mencapai 70 hasta ke kanan, 70 hasta ke kiri, 70 hasta ke depan, 70 hasta ke belakang, 70 hasta ke atas, dan 70 hasta ke bawah. Tempat tersebut kemudian diubah menjadi taman dari taman-taman surga Allah SWT.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi jamaah bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Amal dan ketaatan selama hidup akan menjadi bekal ketika manusia kembali menghadap Allah SWT.
Habib Azam juga mengingatkan pentingnya menjaga salat dan memperbanyak amal ibadah. Menurut dia, kondisi kehidupan manusia terus berubah dan usia semakin berkurang setiap hari. Karena itu, kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan tidak boleh disia-siakan.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Mambaul Ulum Al-Hasani pun menjadi momentum bagi warga untuk kembali menguatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Tidak hanya melalui peringatan seremonial, tetapi juga dengan membiasakan salawat dan amal ibadah dalam kehidupan sehari-hari. (mto)
Tulis Komentar