Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Balikpapan terus didorong. PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) kepada 42 bank sampah unit yang tersebar di berbagai wilayah kota. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Ruang Rapat Jahe, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, pada Rabu (22/7/2026).
Dukungan itu diberikan dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan masing-masing bank sampah. Bantuan yang disalurkan meliputi 40 unit timbangan duduk digital, gerobak sampah, mesin pencacah plastik, rehabilitasi atap, pembangunan shelter bank sampah, gerobak sorong, timbangan gantung digital, tempat sampah terpilah, kipas angin, terpal, hingga buku tabungan bagi para pengelola.
Senior Manager Projects PHM Faisal Akbar mengatakan, pengelolaan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pengurangan sampah sangat bergantung pada keterlibatan dunia usaha dan masyarakat, dimulai dari lingkungan keluarga.
"Pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota, tetapi juga industri dan masyarakat. Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, yaitu dari lingkungan keluarga," ujarnya.
Faisal berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari lingkungan terkecil.
"Kami berharap bantuan ini dapat mendorong masyarakat semakin aktif mengelola sampah sejak tahap awal di tingkat lingkungan. Dengan demikian, budaya memilah dan mengelola sampah dapat tumbuh dari masyarakat itu sendiri," katanya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang selama ini terjalin antara PHM dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan dalam menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Balikpapan Sudirman Djayaleksana menilai PHM merupakan salah satu perusahaan yang konsisten mendukung pengelolaan sampah di Balikpapan, baik pada sektor hilir maupun hulu.
Sebelumnya, PHM telah membantu pemanfaatan gas metana di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar. Program tersebut kini dimanfaatkan sekitar 380 sambungan rumah sebagai sumber energi untuk memasak warga di sekitar kawasan TPA.
"PHM sudah banyak membantu pengelolaan sampah di hilir melalui pemanfaatan gas metana. Kini dukungan tersebut diperluas ke hulu dengan memperkuat bank sampah di tingkat masyarakat," ujarnya.
Menurut Sudirman, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sampah organik dan anorganik. Perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci agar sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga dikelola sejak dari sumbernya.
Ia menjelaskan, sampah organik dapat diolah menjadi kompos maupun pakan ternak yang mendukung ketahanan pangan keluarga. Adapun sampah anorganik dapat disalurkan melalui bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Sudirman menegaskan persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus terus berkolaborasi menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah pencemaran, termasuk ancaman mikroplastik di wilayah pesisir.
Dia juga mengungkapkan jumlah bank sampah di Balikpapan sempat menurun setelah pandemi COVID-19. Dari sekitar 130 unit yang pernah aktif, kini tersisa sekitar 70 unit. Bantuan dari PHM diharapkan menjadi pemicu agar bank-bank sampah kembali berkembang.
"Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Pemerintah akan terus mendampingi dan berupaya menggandeng perusahaan lain melalui program CSR agar gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat semakin kuat," katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan bersama PHM berharap budaya mengelola sampah dari rumah tangga semakin tumbuh. Selain mengurangi timbulan sampah, langkah itu juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui bank sampah sekaligus menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan. (*)
Tulis Komentar