Iklan Dua

Pengelolaan Tanah Jadi Kunci Jaga Produktivitas Hortikultura Kukar

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Kualitas pengelolaan lahan menjadi salah satu perhatian dalam menjaga produktivitas hortikultura di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Di tengah perubahan cuaca, petani perlu memastikan kondisi tanah dan kebutuhan tanaman menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan teknik budidaya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Mohammad Rifani, menyampaikan bahwa setiap lahan memiliki kondisi yang perlu dipahami sebelum proses penanaman maupun perawatan dilakukan. Penyesuaian tersebut diperlukan agar perlakuan yang diberikan tidak bertentangan dengan kebutuhan tanaman.

“Tanah harus kita lihat terlebih dahulu, bagaimana kondisinya dan bagaimana tanaman tumbuh di sana. Dari situ baru bisa ditentukan pengolahan dan perlakuan yang sesuai,” kata Rifani, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, perubahan cuaca dapat memengaruhi kondisi lingkungan tempat tanaman tumbuh. Oleh sebab itu, pengelolaan lahan tidak cukup dilakukan berdasarkan pola yang sama secara terus-menerus, melainkan perlu menyesuaikan keadaan yang ditemukan petani.

Pengamatan terhadap pertumbuhan tanaman juga perlu berjalan seiring dengan pengelolaan tanah. Petani harus memperhatikan perubahan yang muncul selama masa budidaya untuk mengetahui apakah langkah perawatan yang diterapkan masih sesuai.

Rifani menilai, pemahaman terhadap kondisi lahan akan membantu petani menentukan kebutuhan tanaman secara lebih terarah. Dengan begitu, kegiatan budidaya dapat dievaluasi ketika kondisi lingkungan mengalami perubahan.

“Kita tidak bisa menyamaratakan semua kondisi. Harus dilihat dulu apa yang terjadi di lahan dan bagaimana respons tanamannya, sehingga langkah yang diambil memang sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Selain pengelolaan tanah, petani juga perlu memperhatikan gangguan yang dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Apabila ditemukan gejala hama atau penyakit, identifikasi perlu dilakukan sebelum menentukan metode pengendalian.

Distanak Kukar turut mendorong penggunaan cara pengendalian yang lebih ramah lingkungan selama sesuai dengan jenis gangguan yang dihadapi. Pemilihan metode tetap perlu didasarkan pada kondisi tanaman, bukan sekadar menggunakan satu cara untuk seluruh persoalan.

“Penanganan tanaman harus berdasarkan masalah yang ditemukan. Kita lihat dulu gangguannya, kemudian tentukan cara yang tepat, termasuk mempertimbangkan metode yang lebih ramah lingkungan,” jelas Rifani.

Ia menambahkan, pengelolaan lahan dan pemantauan tanaman merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko dalam kegiatan pertanian. Meski tidak menjamin tanaman terbebas sepenuhnya dari dampak perubahan cuaca, langkah tersebut membantu petani menyesuaikan budidaya dengan keadaan di lapangan.

“Intinya, kondisi lahan dan tanaman harus terus diperhatikan. Kalau keadaannya berubah, pengelolaannya juga harus menyesuaikan,” pungkasnya. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)