Iklan Dua

Distanak Kukar Bangun Komunikasi dengan Bulog dan APJI untuk Serap Hasil Panen

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Upaya memperluas pemasaran hasil pertanian terus dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kali ini, komunikasi dengan Perum Bulog dan Asosiasi Pengusaha Jagung Indonesia (APJI) dijajaki untuk membuka peluang penyerapan beras dan jagung hasil produksi petani.

Kepala Distanak Kukar, Mohammad Rifani, mengatakan penjajakan tersebut diarahkan untuk mempertemukan hasil pertanian dengan pihak yang berpotensi menjadi pembeli. Masing-masing komoditas dibicarakan melalui jalur komunikasi yang berbeda sesuai dengan pihak terkait.

“Kalau beras, kita berkomunikasi dengan Bulog. Kemudian untuk jagung, kita juga berkomunikasi dengan APJI. Kita melihat peluang bagaimana hasil produksi petani ini bisa terserap,” ujar Rifani, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, akses terhadap calon pembeli menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan usaha pertanian. Produksi yang dihasilkan petani perlu memiliki peluang pemasaran agar kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Komunikasi dengan calon penyerap juga menjadi ruang untuk mengetahui kebutuhan pasar. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melihat kesesuaian antara hasil panen yang tersedia dengan kebutuhan pihak pembeli.

Meski begitu, Rifani menegaskan penjajakan tersebut belum berarti seluruh hasil produksi petani otomatis terserap. Pelaksanaannya tetap bergantung pada kebutuhan pembeli, jumlah produksi, serta kualitas komoditas yang ditawarkan.

“Kita membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang berpotensi menyerap hasil pertanian. Dari situ, kita bisa melihat kebutuhan mereka dan menyesuaikannya dengan hasil produksi yang tersedia,” katanya.

Beras dan jagung memiliki karakteristik pemasaran masing-masing. Karena itu, pembahasan dengan Bulog dan APJI diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peluang penyerapan berdasarkan kebutuhan setiap komoditas.

Distanak Kukar menilai komunikasi dengan berbagai pihak perlu terus dijaga agar peluang pemasaran dapat ditindaklanjuti. Kejelasan mengenai kebutuhan pasar menjadi salah satu pertimbangan dalam menghubungkan petani dengan calon pembeli.

“Tidak cukup hanya menghasilkan panen, tetapi kita juga perlu melihat ke mana hasil itu akan dipasarkan. Karena itu, komunikasi dengan pihak yang berpotensi menyerap hasil produksi menjadi penting,” jelas Rifani.

Ia berharap penjajakan tersebut dapat memperluas pilihan pemasaran bagi petani, khususnya untuk komoditas beras dan jagung. Kendati demikian, realisasi penyerapan tetap harus menyesuaikan kebutuhan pasar dan kondisi hasil produksi yang tersedia.

“Kita terus melihat peluangnya melalui komunikasi yang ada. Harapannya, hasil pertanian petani bisa memiliki akses pasar yang lebih baik sesuai dengan kebutuhan masing-masing komoditas,” pungkasnya. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)