Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menjajaki kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk menyampaikan imbauan keselamatan kepada warga melalui masjid dan langgar, hal ini untuk memperluas edukasi pencegahan kebakaran melalui pendekatan berbasis masyarakat.
Aulia menilai mitigasi atau pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mengingat risiko kebakaran tidak hanya berkaitan dengan kesiapan petugas pemadam, tetapi juga kebiasaan masyarakat dalam menjaga keamanan rumah.
"Langkah ini adalah upaya kita memperkuat mitigasi kebakaran di lingkungan permukiman," ungkap Aulia pasca mengunjungi lokasi kebakaran di Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Minggu (18/10/2026)
Aulia berujar, peristiwa yang berdampak pada 11 rumah dan 15 kepala keluarga (KK) itu tidak hanya dipandang sebagai bencana, namun sekaligus menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sejak dari lingkungan keluarga.
“Dalam kerja sama itu kami ingin agar masjid dan langgar ikut mengambil peran dalam mengingatkan masyarakat mengenai bahaya kebakaran,” ujarnya.
Menurut Aulia, masjid dan langgar memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui jaringan tempat ibadah tersebut, pesan keselamatan diharapkan dapat disampaikan secara rutin sehingga warga semakin terbiasa memeriksa kondisi rumah dan memastikan peralatan berisiko sudah dalam keadaan aman.
Salah satu rencana yang dibahas adalah penyampaian imbauan menjelang pelaksanaan salat lima waktu. Pesan yang disampaikan mencakup pentingnya memastikan kompor telah dimatikan sebelum meninggalkan rumah, memeriksa penggunaan listrik, serta menghindari sambungan atau colokan listrik yang dibiarkan terhubung tanpa pengawasan, terutama ketika rumah ditinggalkan atau saat malam hari.
Aulia menilai, kebiasaan sederhana tersebut perlu terus diingatkan karena kelalaian dapat terjadi ketika masyarakat mulai menganggap risiko kebakaran sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka.
“Yang ingin kita bangun adalah kepedulian bersama. Warga perlu membiasakan diri memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian maupun beristirahat, sehingga potensi bahaya bisa diketahui lebih awal,” katanya.
Ia menegaskan, edukasi keselamatan tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi musibah. Pencegahan membutuhkan pengulangan pesan dan keterlibatan berbagai unsur masyarakat agar kewaspadaan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.
Dalam konteks itu, peran pengurus masjid dan langgar diharapkan dapat melengkapi upaya pemerintah daerah melalui perangkat terkait, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran. Penyampaian imbauan secara rutin dapat menjadi salah satu sarana untuk menjangkau masyarakat lebih luas tanpa harus menunggu terjadinya insiden.
Selain melibatkan tempat ibadah, Aulia juga mendorong pengaktifan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di masing-masing rukun tetangga (RT). Warga diharapkan saling mengingatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembakaran sampah di kawasan permukiman padat.
“Pencegahan bukan hanya tugas petugas pemadam kebakaran. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya dan mengingatkan satu sama lain ketika melihat sesuatu yang berpotensi menimbulkan bahaya,” tuturnya.
Menurutnya, sarana pemadam seperti alat pemadam api ringan (APAR) tetap dapat menjadi bagian dari kesiapsiagaan. Namun, ketersediaan peralatan harus diimbangi upaya mengurangi kemungkinan munculnya api sejak awal. Pemerintah daerah akan mempertimbangkan kebutuhan serta kemampuan yang tersedia dalam menentukan langkah penanganan di lapangan.
Aulia berharap pendekatan yang melibatkan pemerintah, pengurus tempat ibadah, pengurus RT, dan masyarakat dapat memperkuat budaya keselamatan di Kukar. Dengan meningkatnya kesadaran warga terhadap risiko kebakaran, potensi kerugian akibat musibah serupa diharapkan dapat ditekan.
“Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya kewaspadaan setelah musibah terjadi. Kita perlu saling mengingatkan dan menjadikan pencegahan sebagai tanggung jawab bersama,” pungkasnya. (Adv)
Tulis Komentar