Porosnusantaranews,TANJUNG REDEB – Dinas Perhubungan (Dishub) Berau memastikan kesiapan layanan transportasi darat dan laut untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Sejumlah armada telah disiapkan untuk melayani mobilitas masyarakat di berbagai rute utama, disertai pembukaan posko terpadu yang mulai beroperasi pertengahan Maret.
Kepala Bidang Angkutan Darat dan Sungai Dishub Berau Hendra mengatakan, untuk angkutan darat pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala UPT Terminal Provinsi guna memastikan ketersediaan armada bus.
“Sebanyak enam unit bus Damri disiapkan untuk melayani rute Samarinda–Berau, Berau–Tanjung Selor, serta Tanjung Redeb–Tanjung Batu pulang pergi,” ujarnya kepada wartawan, pada Rabu (11/3/2026).
Selain transportasi darat, Dishub juga menyiapkan layanan angkutan laut. Sekitar 25 unit speed boat akan dioperasikan untuk melayani masyarakat yang hendak menuju kawasan wisata maupun pulau-pulau di wilayah pesisir Berau.
“Transportasi laut akan melayani rute Tanjung Batu menuju Maratua dan Derawan,” katanya.
Sementara itu, untuk sektor transportasi udara, Dishub masih menunggu informasi dari pihak terkait mengenai kesiapan armada yang akan beroperasi selama periode mudik.
“Untuk rute udara, sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi terkait kesiapan transportasi,” tambahnya.
Hendra menjelaskan, kebijakan yang diterapkan selama masa mudik tahun ini masih bersifat normatif sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalaman selama ini, tidak ada kendala berarti, terutama pada sektor angkutan laut.
“Tidak ada kelangkaan transportasi yang menonjol,” jelasnya.
Terkait tarif angkutan, Dishub berharap tidak terjadi kenaikan harga tiket pada transportasi laut. Namun, untuk angkutan darat diperkirakan akan ada penyesuaian tarif sesuai informasi dari UPT Terminal Provinsi.
“Harapan kami transportasi laut tidak mengalami kenaikan tarif. Tetapi untuk angkutan darat, berdasarkan informasi dari Kepala UPT Terminal, kemungkinan akan ada perubahan tarif,” ungkapnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Dishub Berau juga membuka posko terpadu yang mulai beroperasi pada 13 Maret. Posko tersebut akan diisi personel Dishub bersama unsur TNI dan Polri.
“Posko pengamanan mulai 13 Maret akan ditempati personel Dishub yang bergabung dengan TNI dan Polri,” katanya.
Menurut Hendra, koordinasi lintas instansi telah dilakukan sejak jauh hari mengingat pengamanan mudik merupakan agenda rutin setiap tahun. Karena itu, masing-masing instansi telah memahami tugas dan tanggung jawabnya, baik di pos pengamanan maupun pos pelayanan mudik.
“Koordinasi sudah terlebih dahulu dilaksanakan. Mengingat ini agenda tahunan, sehingga tidak menjadi permasalahan karena masing-masing instansi sudah memahami tugas dan fungsinya di pos penjagaan maupun pelayanan mudik Lebaran,” pungkasnya. (rmo)
Tulis Komentar