Iklan Dua

Titik Baru Karhutla Balikpapan Terus Bermunculan, Wilayah Timur Bisa 6 Kejadian Sehari

$rows[judul] Keterangan Gambar : Kepala BPBD Kota Balikpapan Usman Ali.
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Titik baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih bermunculan di sejumlah wilayah Kota Balikpapan. Kondisi ini menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, terutama di wilayah timur dan barat.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan munculnya titik api baru kerap ditemukan di sekitar kawasan yang berada dekat akses jalan.

Menurutnya, terdapat indikasi kebakaran bermula dari aktivitas manusia. Salah satunya diduga berasal dari puntung rokok maupun aktivitas lain yang memicu munculnya api.

“Penambahan titik baru ini sering terjadi di wilayah barat dan wilayah timur. Kadang-kadang masyarakat mungkin membuang puntung rokok atau ada hal-hal lain,” kata Usman.

Ia menjelaskan, pola kebakaran yang ditemukan terkadang diawali dari sisi jalan, kemudian api merambat menuju kawasan yang lebih dalam.

Karena itu, BPBD terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di sekitar kawasan hutan dan lahan yang kering.

“Kadang-kadang diawali dari pinggir jalan, baru menuju ke dalam,” ujarnya.

Usman menyebut wilayah timur menjadi salah satu kawasan yang cukup sering menghadapi kejadian kebakaran. Dalam sehari, titik kebakaran di kawasan tersebut bisa mencapai enam kejadian di lokasi berbeda.

Penanganan di lapangan juga menghadapi kendala medan. Sejumlah lokasi sulit dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar karena akses menuju titik api berada di kawasan dengan medan berat.

“Kadang-kadang sampai sehari maksimal enam kali, dengan berbagai lokasi dan medannya cukup berat. Kita tidak bisa dilewati kendaraan roda enam,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat petugas harus mencari jalur alternatif untuk mencapai lokasi kebakaran. Dalam beberapa kasus, pemadaman juga dilakukan dengan dukungan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.

Untuk mempercepat penanganan, BPBD Balikpapan berkoordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari TNI-Polri hingga perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak.

Usman mengatakan perusahaan di wilayah timur turut membantu penanganan dengan menyediakan air ketika dibutuhkan, meski tidak seluruh perusahaan memiliki kendaraan pemadam.

“Walaupun mereka tidak punya mobil, tapi mereka siap menyediakan air,” ujarnya.

Luas area yang terbakar dalam setiap kejadian juga bervariasi. Ada lokasi yang terbakar sekitar dua hektare hingga empat hektare.

BPBD terus mempercepat respons setiap menerima laporan kebakaran dari masyarakat untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya. (ADV/Diskominfo Balikpapan)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)