Tak sekadar memangkas rambut, layanan cukur gratis di kawasan Islamic Center Balikpapan menjadi wadah berbagi sekaligus ajang berkumpul komunitas Madrasah Jalanan (Majal). Setiap Jumat, warga bisa menikmati jasa cukur tanpa biaya, ditemani secangkir kopi gratis.
MUHAMMAD ATO
BARBERSHOP kini menjadi salah satu pilihan pria modern untuk merapikan rambut. Jika dahulu tempat cukur identik dengan kursi sederhana di bawah pohon atau salon, kini layanan potong rambut berkembang dengan menawarkan kenyamanan sekaligus beragam gaya rambut kekinian.
Sebelum barbershop menjamur di pinggir jalan seperti sekarang, tempat cukur dengan konsep serupa sebenarnya sudah dikenal masyarakat. Sekitar era 2000-an, sejumlah pusat perbelanjaan bahkan telah menyediakan layanan barbershop.
Memasuki 2026, keberadaan barbershop semakin mudah ditemui. Tarif potong rambut umumnya berada di kisaran Rp40 ribu untuk satu kepala. Namun, ada layanan cukur yang berbeda di Balikpapan. Setiap Jumat, warga bisa mendapatkan potong rambut gratis di area pintu masuk Islamic Center Balikpapan.
Salah satunya dilakukan komunitas yang melibatkan Bercut Barbershop. Faiz, salah seorang tukang cukur, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya biasa membuka layanan cukur di kawasan tersebut.
"Kami biasanya potong rambut berlima. Berhubung hari ini tiga teman ada keperluan, jadi hanya berdua," kata Faiz kepada wartawan belum lama ini.
Faiz menjelaskan, dirinya sehari-hari bekerja di Bercut Barbershop yang berada di depan kawasan AURI Balikpapan. Aktivitas cukur gratis di Islamic Center biasanya dimulai sejak pukul 09.00 hingga menjelang salat Jumat. Sekitar pukul 11.00, layanan dihentikan untuk memberikan kesempatan kepada para pekerja melaksanakan salat Jumat.
Kegiatan tersebut juga tidak hanya menghadirkan layanan potong rambut. Faiz mengatakan, dirinya merupakan bagian dari komunitas Madrasah Jalanan atau Majal yang aktif di media sosial Instagram. Dalam kegiatan tersebut, ada pula teman mereka yang menyediakan kopi secara gratis bagi warga yang datang.
Kedai kopi tersebut berpusat di Kedai Yungopi yang berada di Jalan Belibis. Tempat itu sekaligus menjadi basecamp dan lokasi kajian rutin komunitas Majal.
"Saya bekerja di Bercut Barbershop depan AURI Balikpapan, sedangkan teman saya membuka kedai kopi di Yungopi, Jalan Belibis," ucap Faiz.
Menurut Faiz, dirinya sudah sekitar delapan tahun menekuni profesi sebagai tukang cukur. Sejak 2018, ia mulai serius menggeluti pekerjaan tersebut.
"Tidak terasa sejak 2018 saya jadi tukang cukur rambut. Kalau cukur rambut di Islamic Center ini biasanya bisa sampai 20 kepala," ujarnya.
Layanan cukur gratis tersebut diperuntukkan bagi laki-laki, baik orang dewasa maupun anak-anak. Sementara untuk perempuan terdapat layanan yang berbeda.
Jika di barbershop, tarif potong rambut yang dikenakan sekitar Rp40 ribu per kepala. Di lokasi Islamic Center, masyarakat dapat memperoleh layanan tersebut secara gratis.
Suasana cukur juga dibuat santai. Pengunjung bisa menikmati kopi sembari menunggu atau setelah mendapatkan layanan cukur. Menurut Faiz, suasana Islamic Center yang nyaman turut memberikan aura positif dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan cukur gratis ini tidak berlangsung setiap saat. Menjelang Lebaran, layanan tersebut diliburkan dan akan kembali berjalan setelah Lebaran.
Selain menjadi tempat memberikan layanan cukur, kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas komunitas Majal atau Madrasah Jalanan. Faiz menyebut komunitas tersebut telah berjalan hampir empat tahun.
Dengan konsep sederhana, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan cukur sekaligus bersilaturahmi. Kopi gratis dan aktivitas komunitas turut membuat suasana Jumat di kawasan Islamic Center Balikpapan terasa berbeda. (*)
Tulis Komentar