Porosnusantaranews.com - KUTAI KARTANEGARA – Wisata kuliner dinilai menjadi salah satu daya tarik yang dapat memperkuat kunjungan wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Keberadaan destinasi yang menawarkan makanan khas maupun kuliner kekinian turut membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis pariwisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Awang Agus Darmawan, mengatakan kuliner memiliki peran penting dalam menarik minat wisatawan. Pengunjung tidak hanya mencari tempat untuk berlibur, tetapi juga pengalaman menikmati makanan dan suasana yang ditawarkan suatu destinasi.
“Kalau kita melihat wisata sekarang, kuliner menjadi salah satu daya tarik yang banyak dicari masyarakat,” ujarnya, Rabu (4/11/2026)
Menurut Awang, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui keterlibatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) maupun masyarakat yang mengelola destinasi secara mandiri. Mereka dapat menghadirkan pengalaman wisata yang sesuai dengan karakter dan potensi wilayah masing-masing.
“Pokdarwis dan masyarakat punya peran untuk menghidupkan destinasi. Mereka bisa mengembangkan apa yang menjadi potensi di daerahnya,” katanya.
Salah satu contoh yang terlihat adalah kawasan Bukit Mahoni di Tenggarong Seberang. Awang menyebut lokasi tersebut ramai dikunjungi, terutama pada Sabtu malam, dengan pengunjung yang datang dari sejumlah daerah, termasuk Samarinda dan Balikpapan.
“Sekarang ada tempat-tempat yang mulai ramai, seperti Bukit Mahoni. Pengunjungnya bukan hanya dari Kukar, tetapi juga dari luar daerah,” ungkapnya.
Ia menilai, pengembangan wisata kuliner perlu diikuti dengan inovasi produk dan pelayanan agar pengunjung memiliki alasan untuk kembali. Pelaku usaha juga diharapkan mampu menjaga kualitas serta memperkuat ciri khas yang ditawarkan.
“Yang penting bagaimana kita bisa menghadirkan sesuatu yang menarik dan membuat orang ingin datang lagi,” tuturnya.
Awang berharap, tumbuhnya destinasi berbasis kuliner dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan keterlibatan Pokdarwis dan pelaku usaha lokal, kegiatan wisata diharapkan tidak hanya mendatangkan pengunjung, tetapi juga membuka ruang usaha di tingkat masyarakat.
“Pariwisata itu harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika tempat wisata ramai, masyarakat juga harus ikut merasakan dampaknya,” pungkasnya. (Adv)
Tulis Komentar