Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya terlihat dalam upacara resmi yang digelar pemerintah. Di tengah permukiman warga, semangat yang sama juga terasa kuat.
Salah satunya di lingkungan RT 84, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah. Warga setempat menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-81 RI dengan cara yang berbeda.
Bukan di lapangan besar atau halaman kantor pemerintahan, upacara digelar di halaman rumah warga di Gang Setyabudi, RT 84 Karang Rejo, pada Senin (17/8/2026).
Ratusan warga ambil bagian. Mulai kalangan pemuda hingga orang tua berdiri bersama mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan khidmat.
Upacara tersebut turut dihadiri Lurah Karang Rejo Budi yang bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula Ketua RT 84 Karang Rejo Sutaji, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mulia dan Universitas Mulawarman, serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam amanatnya, Budi mengajak warga membiasakan salam Pancasila sebagai bagian dari semangat kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia kemudian mengingatkan kembali bahwa kemerdekaan Indonesia yang dirasakan masyarakat saat ini tidak diperoleh secara cuma-cuma. Ada perjuangan dan pengorbanan besar para pahlawan yang harus terus dihargai dan diisi dengan hal-hal bermanfaat.
Menurut Budi, 81 tahun lalu para pahlawan bangsa berjuang dengan mengorbankan harta, tenaga, bahkan jiwa untuk membebaskan Indonesia dari penjajahan.
Karena itu, kemerdekaan yang telah dinikmati masyarakat menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dihargai.
“Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga, menghargai, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa dan sesama,” ujarnya.
Budi juga menyinggung tema peringatan kemerdekaan tahun ini, yakni Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Menurut dia, makna tema tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan warga, termasuk di lingkungan RT 84 Kelurahan Karang Rejo.
Berdaulat, kata dia, berarti mampu berdiri tegak dan mandiri. Termasuk menjaga keamanan, ketertiban, serta lingkungan sendiri dan tidak mudah terpecah belah.
Sementara adil berarti saling menghargai, saling membantu, serta memperlakukan setiap warga dengan baik tanpa membeda-bedakan.
Sedangkan makmur dapat diwujudkan dengan berusaha menciptakan kehidupan yang sejahtera bersama. Di antaranya menjaga kerukunan, mendukung usaha warga, serta menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.
“Semangat kemerdekaan jangan hanya ditunjukkan saat upacara saja. Tetapi bagaimana kita hidup sehari-hari,” tegasnya.
Budi menyebut menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, rutin bergotong royong, saling menyapa, membantu tetangga yang membutuhkan, serta menjaga kerukunan antarwarga merupakan cara nyata mengisi kemerdekaan.
Pada kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan apresiasi kepada warga RT 84, khususnya Ketua RT, seluruh pengurus, panitia, dan kaum perempuan yang telah bekerja keras mempersiapkan upacara serta berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI.
“Semangat bersama dan kebersamaan inilah yang menjadi kekayaan terbesar kita. Mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan,” katanya.
Ia berharap RT 84 ke depan semakin bersih, aman, nyaman, dan maju.
“Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” serunya.
Budi juga mengungkapkan bahwa RT 84 Karang Rejo telah dicanangkan sebagai Kampung Pancasila.
“Insyaallah tahun ini bisa terealisasi,” tambahnya.
Menurutnya, kekompakan warga dalam menggelar upacara tersebut menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan nasionalisme masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Upacara kemerdekaan di lingkungan RT 84 bukan sekadar seremoni. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan warga terhadap jasa para pahlawan serta upaya menanamkan nilai persatuan dan nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ketua RT 84 Karang Rejo, Sutaji, mengatakan upacara tersebut merupakan inisiatif warga. Masyarakat tidak ingin momentum peringatan kemerdekaan dilewatkan tanpa penghormatan.
“Ini bukan kehendak saya sendiri, tapi warga yang meminta agar upacara tetap digelar. Alhamdulillah berjalan lancar dan penuh khidmat,” ungkap Sutaji.
Ia menjelaskan, pelaksanaan upacara sempat vakum pada 2019 hingga 2021 akibat pandemi. Namun, setelah kondisi kembali memungkinkan, warga RT 84 kembali menghidupkan tradisi tersebut dengan semangat yang lebih besar.
Bagi warga RT 84, perayaan kemerdekaan bukan sekadar mengibarkan Merah Putih. Di Gang Setyabudi, semangat itu diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong, dan kekompakan warga dalam menghormati perjuangan para pahlawan. (mto)
Tulis Komentar