Iklan Dua

Loa Janan Siapkan Evaluasi Penanganan Stunting Bersama Tiga Puskesmas

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berencana menggelar rapat koordinasi bersama tiga puskesmas untuk mengevaluasi perkembangan program pencegahan dan penanganan stunting. Pertemuan tersebut akan melibatkan Puskesmas Loa Duri, Puskesmas Loa Janan, dan Puskesmas Batuah.

Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, mengatakan koordinasi diperlukan untuk memperoleh gambaran kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi aspek program yang perlu diperkuat.

“Dalam waktu dekat kami akan menjadwalkan rapat dengan tiga puskesmas, yakni Loa Duri, Loa Janan, dan Batuah. Kami ingin mengetahui perkembangan penanganan stunting serta langkah yang perlu diperkuat ke depan,” ujarnya, Kamis (15/10/2026)

Menurut Hery, evaluasi perlu didukung pembaruan informasi dari masing-masing puskesmas. Data terkini dibutuhkan agar pembahasan tidak hanya berfokus pada kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan pelayanan, kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian, serta kendala dalam pelaksanaan program.

Ia menegaskan, koordinasi tersebut diharapkan membantu pemerintah kecamatan dan sektor kesehatan menyusun tindak lanjut berdasarkan kondisi aktual. Dengan demikian, pelaksanaan program dapat lebih terarah dan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah kerja puskesmas.

“Jangan sampai kita hanya menjalankan kegiatan tanpa mengetahui perkembangan dan kendalanya. Melalui koordinasi ini, kita ingin melihat apa yang sudah berjalan, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana upaya pencegahan bisa semakin efektif,” katanya.

Hery menjelaskan, upaya pencegahan stunting di Loa Janan juga dilakukan melalui kegiatan posyandu di masing-masing desa. Layanan tersebut menjadi salah satu sarana pemantauan pertumbuhan balita sekaligus tempat keluarga memperoleh informasi mengenai kesehatan ibu dan anak.

Menurutnya, hasil pemantauan di tingkat masyarakat perlu terhubung dengan layanan kesehatan agar kondisi yang membutuhkan perhatian dapat ditindaklanjuti. Karena itu, koordinasi antarlini diperlukan dalam memperoleh data yang konkrit.

"Puskesmas, posyandu, pemerintah desa, dan keluarga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan," jelasnya. 

Hery berharap rapat bersama tiga puskesmas dapat membantu memperjelas kebutuhan dan prioritas tindak lanjut di Kecamatan Loa Janan. Ia menilai evaluasi berkala diperlukan agar program tidak hanya berjalan secara rutin, tetapi juga terus diperbaiki sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

“Tujuan akhirnya adalah memperkuat upaya pencegahan stunting di Loa Janan. Karena itu, perkembangan program harus terus dipantau dan setiap unsur perlu berkoordinasi agar langkah yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Hery. (adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)