Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Pemahaman orang tua mengenai kebutuhan gizi dan pola asuh anak menjadi perhatian Camat Loa Janan, Hery Rusnadi, dalam upaya mencegah stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) khususnya di Kecamatan Loa Janan. Menurutnya, kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pangan perlu diimbangi pengetahuan mengenai nutrisi dan perawatan anak sesuai tahap pertumbuhannya.
Hery mengatakan, persoalan stunting tidak bisa hanya dilihat dari kemampuan ekonomi rumah tangga. Keluarga yang mampu membeli makanan pun tetap memerlukan pemahaman tentang jenis, kandungan, dan cara pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
“Orang tua harus memahami bahwa memenuhi kebutuhan anak bukan sekadar menyediakan makanan. Jenis makanan, kecukupan gizinya, dan pola pengasuhan juga harus diperhatikan agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik,” ujarnya, Kamis (15/10/2026)
Karena itu, menurut Hery, edukasi perlu menjangkau keluarga sejak sebelum memiliki anak hingga masa pengasuhan. Pengetahuan mengenai kesehatan keluarga, pemenuhan gizi, dan perawatan anak perlu terus diperkuat agar pencegahan dilakukan sejak dini, bukan hanya ketika masalah pertumbuhan telah ditemukan.
Ia mengakui, menyampaikan edukasi kepada seluruh orang tua bukan perkara mudah karena kesibukan dan kondisi setiap keluarga berbeda. Penyebaran informasi pun perlu memanfaatkan jalur yang dekat dengan masyarakat, termasuk kader posyandu, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa.
“Tidak semua orang tua bisa dikumpulkan dalam satu forum. Karena itu, informasi perlu disampaikan secara berantai melalui pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan masyarakat, sehingga semakin banyak keluarga yang mendapatkan pemahaman,” jelasnya.
Selain edukasi, Hery mengingatkan pentingnya membawa balita ke posyandu secara rutin untuk memantau pertumbuhan. Penimbangan dan pengukuran tinggi badan membantu orang tua mengetahui perkembangan anak serta menjadi dasar untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila ditemukan kondisi yang perlu diperhatikan.
Ia menilai, keterlibatan keluarga menjadi faktor penting karena kebiasaan makan dan pola pengasuhan sehari-hari berlangsung di rumah. Dukungan tenaga kesehatan dan kader perlu diikuti penerapan pengetahuan oleh orang tua agar upaya pencegahan lebih efektif.
“Kami ingin pengetahuan tentang gizi dan pencegahan stunting tidak berhenti sebagai informasi saja, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari keluarga, kebiasaan baik untuk mendukung pertumbuhan anak bisa dibangun,” tutupnya. (Adv)
Tulis Komentar