Iklan Dua

Kukar Bidik Peralihan Ekonomi dari Tambang ke Pertanian dan Industri Hijau

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan fondasi ekonomi baru dengan memperkuat sektor non-ekstraktif. Pertanian, pariwisata, dan industri hijau berkelanjutan menjadi sektor yang diarahkan untuk menopang perekonomian daerah dalam lima tahun ke depan.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, arah pembangunan tersebut merupakan bagian dari visi Kukar Idaman Terbaik yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan jangka pendek, tetapi juga mempersiapkan struktur ekonomi daerah untuk masa mendatang.

Menurutnya, penguatan sektor non-ekstraktif menjadi penting agar perekonomian Kukar memiliki sumber pertumbuhan yang lebih beragam. Dengan demikian, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aktivitas industri ekstraktif.

“Dari segi visinya itu sebenarnya berusaha untuk membangun fondasi di Kutai Kartanegara untuk peralihan kekuatan ekonomi Kutai Kartanegara dari industri ekstraktif ke non-ekstraktif,” ujar Aulia, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, penguatan fondasi tersebut menjadi salah satu pekerjaan utama pemerintahannya selama lima tahun. Upaya itu diarahkan untuk membangun sektor-sektor yang dapat menjadi penopang ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Pertanian menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam arah kebijakan tersebut. Selain berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, sektor ini juga masuk dalam upaya memperkuat sumber pertumbuhan di luar industri ekstraktif.

“Jadi tugas kami adalah bagaimana kami bisa membangun fondasi-fondasi kekuatan ekonomi Kutai Kartanegara,” katanya.

Pariwisata dan industri hijau turut menjadi bagian dari arah pembangunan yang disiapkan. Ketiga sektor tersebut diharapkan dapat berkembang sebagai kekuatan ekonomi yang saling melengkapi dalam mendukung perekonomian Kukar.

Aulia menegaskan, pembangunan fondasi ekonomi tidak dilakukan dengan mengabaikan pekerjaan yang telah dimulai oleh pemerintahan sebelumnya karena pembangunan yang diinginkannya adalah pembangunan berkelanjutan.

"Pembangunan yang sudah dirintis perlu diteruskan agar arah kebijakan daerah tetap berkesinambungan," jelas Aulia.

Melalui Kukar Idaman Terbaik, pemerintah daerah berupaya menempatkan penguatan ekonomi sebagai agenda jangka menengah yang membutuhkan proses. Peralihan menuju sektor non-ekstraktif menjadi salah satu arah yang hendak dibangun agar perekonomian Kukar memiliki fondasi yang lebih beragam.

"Melihat potensi yang Kukar miliki, kita mampu untuk mengupayakan ekonomi non-ekstraktif tersebut," pungkasnya. (Adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)