Iklan Dua

Keselamatan Pelayaran Jadi Perhatian, Pemkab Berau Usulkan Jalur Navigasi Khusus di Kawasan Wisata Kepulauan

$rows[judul] Keterangan Gambar : Bupati Berau, Sri Juniarsih saat melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, beserta jajaran, Rabu (21/10/2026).


Porosnusantaranews,BERAU – Insiden kapal wisata Live on Board (LOB) yang kandas hingga merusak terumbu karang di perairan Derawan dan Maratua menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Berau. 

Untuk meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga keberlanjutan pariwisata bahari, Pemkab Berau mengusulkan penyediaan sarana bantu navigasi pelayaran kepada Kementerian Perhubungan.

Usulan tersebut disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Andy Sutomo Panjaitan, beserta jajaran, Rabu (21/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Sri menekankan pentingnya penataan alur pelayaran di kawasan wisata kepulauan Berau. Menurutnya, keberadaan jalur yang jelas dan didukung sarana navigasi memadai dapat membantu kapal melintas dengan lebih aman, sekaligus meminimalkan risiko kerusakan ekosistem laut akibat kapal yang kandas.

“Jika ada alur yang telah ditentukan tentu ini akan sangat membantu dan kawasan wisata ini juga akan lebih aman,” ungkapnya.

Persoalan navigasi menjadi penting seiring dengan berkembangnya aktivitas wisata bahari di Berau. Kawasan Derawan dan Maratua menjadi tujuan wisata yang mengandalkan keindahan laut serta terumbu karang sebagai daya tarik utama. Karena itu, peningkatan keselamatan pelayaran perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Sri berharap usulan tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat, sehingga aktivitas pelayaran wisata dapat berlangsung lebih tertib dan memberikan rasa aman bagi wisatawan maupun masyarakat yang menggunakan transportasi laut.

Namun, kebutuhan infrastruktur kelautan yang disampaikan Pemkab Berau tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pelayaran. 

Dalam audiensi tersebut, Sri juga mengusulkan dukungan pengembangan dermaga serta penyediaan kapal wisata untuk memperkuat konektivitas antarpulau.

Menurutnya, dermaga yang berada di kawasan pesisir dan kepulauan, termasuk Biduk-Biduk dan Pulau Maratua, memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat. Infrastruktur tersebut juga menjadi bagian dari akses distribusi kebutuhan pokok serta pergerakan wisatawan menuju destinasi unggulan Berau.

Pemkab Berau melalui Dinas Perhubungan telah membangun dan mengelola sejumlah dermaga. Kendati demikian, optimalisasi pemanfaatannya masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, termasuk fasilitas yang menunjang operasional pelabuhan.

“Tentu kami sangat berharap dukungan dari Kementerian Perhubungan terkait operasional dermaga. Termasuk dukungan peningkatan fasilitas yang ada,” jelas Sri.

Ia menilai, keberadaan dermaga yang berfungsi optimal dapat memberikan manfaat lebih luas, bukan hanya bagi sektor pariwisata, tetapi juga untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan kepulauan.

Selain peningkatan fasilitas dermaga, usulan pengadaan kapal wisata juga menjadi bagian dari upaya memperkuat akses transportasi laut di Bumi Batiwakkal.

Sri berharap kapal tersebut nantinya dapat menghubungkan sejumlah pulau wisata di perairan Berau. Dengan konektivitas yang lebih baik, wisatawan diharapkan memiliki pilihan perjalanan yang lebih mudah untuk menjangkau berbagai destinasi bahari.

Di sisi lain, kapal wisata yang terintegrasi dengan kebutuhan transportasi masyarakat juga diharapkan dapat mendukung mobilitas warga di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Dengan adanya kapal wisata maka akan menambah daya tarik wisatawan ke Kabupaten Berau,” ucapnya.

Melalui audiensi tersebut, Pemkab Berau berupaya mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur transportasi laut yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Usulan yang disampaikan mencakup tiga aspek utama, yakni optimalisasi operasional dermaga, penyediaan kapal wisata, serta penguatan sarana bantu navigasi pelayaran.

“Pengembangan transportasi laut memiliki keterkaitan langsung dengan pemerataan akses masyarakat, kelancaran distribusi logistik, dan pertumbuhan sektor pariwisata,” jelasnya. 

pemerintah Kabupaten Berau berharap dukungan Kementerian Perhubungan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut. Dengan fasilitas dermaga yang lebih memadai, konektivitas antarpulau yang semakin baik, serta sistem navigasi yang mendukung keselamatan pelayaran, pengembangan wisata bahari Berau diharapkan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut yang menjadi aset utama daerah. (adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)