Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Upaya pengembangan sektor pariwisata di Kota Balikpapan perlu bertumpu pada optimalisasi potensi lokal yang telah dimiliki. Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Japar Sidik, menilai pengelolaan dan promosi yang maksimal menjadi kunci agar potensi tersebut dikenal lebih luas.
Menurut Japar, Balikpapan memiliki sejumlah daya tarik wisata, mulai dari kawasan pantai hingga hutan kota. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya tergarap karena masih terbatasnya promosi.
“Kalau melihat kondisi daerah, kita harus berangkat dari potensi yang ada untuk dijual. Balikpapan punya pantai dan hutan kota, tinggal bagaimana penguatan promosinya,” ujar Japar, pada Senin (9/3/2026).
Ia menekankan pentingnya promosi yang berkelanjutan agar destinasi wisata di Balikpapan dan Kalimantan Timur dapat dikenal wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Penyebarluasan informasi dinilai menjadi faktor penting dalam menarik minat kunjungan.
Selain promosi, aspek infrastruktur juga menjadi perhatian.
Japar menyebut akses menuju lokasi wisata serta fasilitas di dalam kawasan harus memadai untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
“Akses masuk harus baik, begitu juga sarana di dalam kawasan wisata harus mendukung,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai keberadaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata turut memperkuat sektor pariwisata. Keduanya dinilai saling berkaitan dalam memenuhi kebutuhan wisatawan, terutama di bidang kuliner dan layanan lainnya.
“Pariwisata dan UMKM itu berjalan beriringan. Pengunjung tidak hanya berwisata, tetapi juga membutuhkan kuliner dan fasilitas lain, jadi harus terintegrasi,” ujarnya.
Terkait harga di kawasan wisata yang kerap lebih tinggi, Japar menilai hal tersebut masih wajar selama dalam batas yang tidak berlebihan. Ia mencontohkan harga kuliner di kawasan Pantai Manggar yang umumnya sedikit lebih mahal dibandingkan di luar kawasan.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pelaku usaha tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat. Harga yang terlalu tinggi berpotensi menurunkan minat beli wisatawan.
“Kalau harganya terlalu mahal, pengunjung juga akan berpikir ulang karena mereka tahu kisaran harga di pasaran,” tuturnya. (Adv/mto)
Tulis Komentar