Porosnusantaranews,BALIKPAPAN — Lima finalis ajang Pesona Batik Nusantara 2026 asal Balikpapan mendapat dukungan dari DPRD Kota Balikpapan menjelang keberangkatan mereka ke Jakarta untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional pada 15–17 Mei 2026.
Dukungan tersebut disampaikan saat para finalis bersama pengurus Etam Model Academy beraudiensi dengan Ketua DPRD Balikpapan, pada Senin (11/5/2026). Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD dengan suasana hangat dan penuh semangat.
Audiensi itu dilakukan untuk meminta doa restu serta dukungan moral agar para finalis mampu membawa nama baik Balikpapan dan Kalimantan Timur di tingkat nasional.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengapresiasi para peserta yang dinilai mampu menjadi representasi generasi muda kreatif, khususnya di bidang fashion dan budaya.
“Saya berpesan supaya kita bisa membawa nama baik Kota Balikpapan, terutama Kalimantan Timur, agar dapat tampil dan memberikan hasil terbaik,” ujar Alwi.
Ia menilai ajang Pesona Batik Nusantara tidak hanya menjadi sarana meraih prestasi, tetapi juga wadah untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya batik sebagai identitas bangsa.
Sementara itu, pelatih Etam Model Academy Balikpapan, Boyke Iwan, mengatakan lima finalis tersebut merupakan binaan Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balikpapan yang dipersiapkan untuk tampil di ajang nasional.
Menurut Boyke, Balikpapan sebelumnya juga pernah menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang Asianista International 2025 di Singapura.
Prestasi itu diraih Sintya Salsabila Humaira, siswi SMP Negeri 6 Balikpapan, yang berhasil mewakili daerah pada kompetisi tersebut.
Boyke berharap capaian itu dapat menjadi motivasi bagi para finalis tahun ini untuk kembali mengharumkan nama Balikpapan di tingkat nasional.
Adapun lima finalis yang akan berlaga yakni Sayf Sageef, Gusti Nur Fatimah, Sheeza Shaqilla M W, Jocelyn N Damanik, dan Ade Rayen Erlangga.
Selain dukungan moral, Boyke juga berharap pemerintah daerah dan DPRD dapat memberi perhatian lebih terhadap pengembangan sektor fashion sebagai bagian dari ekonomi kreatif.
“Fashion merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif, sehingga perlu didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai,” kata dia. (mto)
Tulis Komentar