Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Gedung baru DPRD Balikpapan mulai ditempati untuk menunjang aktivitas kedewanan. Namun, sejumlah fasilitas di gedung tersebut masih belum berfungsi secara maksimal.
Kondisi itu mencuat saat DPRD Balikpapan menggelar syukuran penempatan gedung baru yang dibangun secara bertahap dengan total anggaran sekitar Rp140 miliar. Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpeng dalam rapat paripurna, pada Rabu (12/8/2026).
Gedung baru tiga lantai tersebut sejatinya sudah digunakan untuk kegiatan kedewanan sejak 15 Juli 2026. Hanya saja, aktivitas di gedung tersebut sempat kembali terhenti sebelum akhirnya DPRD mulai menempatinya lagi.
Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri mengatakan, pemanfaatan gedung baru dilakukan sembari menunggu surat pengalihan status penggunaan aset dari Wali Kota Balikpapan.
Menurut Alwi, gedung tersebut dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) secara bertahap dalam tiga tahap sejak tahun anggaran 2023 hingga akhirnya dapat digunakan.
Pembangunan gedung baru, lanjut dia, dilakukan lantaran kantor DPRD sebelumnya sudah tidak lagi representatif untuk mendukung aktivitas kedewanan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu persoalan di kantor lama adalah kapasitas musala yang hanya mampu menampung sekitar lima hingga tujuh orang. Selain itu, DPRD hanya memiliki satu ruang rapat yang harus digunakan secara bergantian oleh seluruh alat kelengkapan dewan.
Ruang tersebut digunakan untuk berbagai agenda, mulai Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Banmus), Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Badan Kehormatan (BK), Panitia Khusus (Pansus), hingga Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi.
Keterbatasan ruang rapat itu bahkan kerap menyulitkan DPRD ketika menerima kunjungan maupun menampung aspirasi masyarakat dalam jumlah besar.
"Kita punya ruang rapat cuma satu. Kita pakai juga buat Bapemperda, buat BK, buat Pansus, buat RDP, Komisi I, II, III. Bahkan kemarin kita pernah hari buruh, May Day, yang datang 50 sampai 70 orang saja kita sampai berdiri," ujar Alwi.
Dengan keberadaan gedung baru tersebut, Alwi berharap kinerja anggota DPRD semakin maksimal, terutama dalam menyerap serta memperjuangkan aspirasi masyarakat.
"Kantor ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas fisik, melainkan rumah rakyat dan wadah inklusif yang terbuka lebar bagi seluruh masyarakat Kota Balikpapan dalam menyampaikan aspirasi, keluhan maupun masukan konstruktif," katanya.
Meski demikian, Alwi mengakui masih ada sejumlah fasilitas yang belum berfungsi secara optimal. Persoalan tersebut, kata dia, telah dikoordinasikan dengan Dinas PU dan ditargetkan segera dituntaskan.
"AC-nya yang belum maksimal, ada yang dingin ada yang tidak. Yang kedua, airnya juga belum mengalir dengan sempurna. Insya Allah satu minggu ini, kalau bisa enggak sampai satu minggu, dua sampai tiga hari ini semuanya sudah selesai," ungkapnya.
Alwi mengibaratkan kondisi gedung baru tersebut seperti menempati rumah yang masih membutuhkan sejumlah perbaikan. Menurut dia, kekurangan yang ditemukan setelah gedung mulai digunakan merupakan hal yang wajar.
"Kalau kita tinggali, sempurna enggak? Ya pasti belum sempurna juga. Ada saja yang memang dalam kita menempati kita perbaiki sedikit demi sedikit. Tapi itu tidak masalah, bukan hal yang terlalu krusial saya anggap," pungkasnya. (mto)
Tulis Komentar