Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) Balikpapan terus memperkuat langkah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas dan makin berdaya saing. Upaya tersebut dilakukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif sekaligus berkelanjutan.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi menegaskan, UMKM menjadi salah satu sektor prioritas karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Baik dari sisi jumlah pelaku usaha, penyerapan tenaga kerja, maupun kontribusi terhadap aktivitas ekonomi.
“Berbagai program terus didorong agar UMKM mampu berkembang, memperluas pasar, hingga meningkatkan kualitas produk,” ujarnya.
BI Balikpapan menjalankan sejumlah program strategis. Mulai penguatan ketahanan pangan daerah, pengembangan pasar ekspor dan digital, peningkatan kapasitas usaha, digitalisasi sistem pembayaran, hingga fasilitasi pembiayaan bagi UMKM.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengendalian inflasi daerah. Salah satunya melalui pengembangan klaster pangan berbasis good agricultural practice (GAP) dalam Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS).
Tak hanya itu, BI Balikpapan juga menyiapkan UMKM agar mampu masuk ke ekosistem digital melalui program DIGDAYA UMKM. Program onboarding tersebut akan dibuka mulai 20 Mei 2026.
Selanjutnya, pada Mei hingga Juni 2026 peserta akan mendapat pendampingan dan sesi konsultasi one-on-one sesuai kebutuhan masing-masing usaha. Sementara tahapan monitoring dilakukan pada Juli sampai Oktober 2026 melalui monthly meeting.
Dari total 160 UMKM hasil rekomendasi OIKN, pemerintah daerah, dan korporasi pembina UMKM, sebanyak 45 UMKM terpilih lolos kurasi untuk mengikuti program tersebut.
“Pada tahap akhir, peserta diharapkan mampu meningkatkan penjualan melalui pasar digital,” jelasnya.
Untuk mendukung UMKM menembus pasar global, BI Balikpapan juga menggulirkan Workshop Ekspor UMKM mulai Juni hingga Oktober 2026. Program itu difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku usaha agar memenuhi standar pasar internasional serta memperluas jejaring bisnis ekspor.
Di sektor pangan, BI Balikpapan menjalankan program TANI CAMP guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Program itu mencakup pelatihan pengelolaan input, budidaya, hingga pascapanen.
Kegiatan tersebut melibatkan transfer pengetahuan dari para ahli, berbagi praktik terbaik, hingga pendampingan bersama OPD terkait. BI juga memberikan dukungan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan klaster pangan untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.
Dari sisi pembiayaan, BI Balikpapan bersinergi dengan OJK dan perbankan melalui edukasi pengelolaan keuangan serta business matching pembiayaan. Selain itu, ada pula program Survei Database Profil UMKM Potensial Dibiayai (BISAID) untuk menjembatani pelaku usaha dengan lembaga keuangan.
Sebagai ajang promosi UMKM, BI Balikpapan juga menyiapkan dua flagship event yakni PESAN (Pekan Ekonomi Syariah Nusantara) 2026 pada 27–28 Juni 2026 dan Mahligai Nusantara 2026 pada September mendatang.
Dalam rangkaian PESAN 2026, sejumlah kegiatan telah disiapkan. Antara lain Talkshow Halal Entrepreneurship, Talkshow Halal Go Global, Workshop Kemasan dan Merek Halal Food, Workshop Digital UMKM, hingga Talkshow Strategi Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren.
Di sisi lain, BI Balikpapan juga terus mendorong UMKM unggulan masuk dalam ekosistem Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA). Tahun ini, tiga UMKM binaan BI Balikpapan berhasil lolos seleksi nasional IKRA Indonesia 2026.
Ketiganya yakni Hharum dan Rumah Ampiek pada sektor modest fashion, serta Kampoeng Timoer pada sektor halal food. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa UMKM daerah mampu bersaing di level nasional.
Selain UMKM, BI Balikpapan juga memberi perhatian pada penguatan industri kopi daerah. Saat ini tengah berlangsung Kompetisi Cangkir Barista “Championship Pejuang Kopi Nusantara” yang digelar Bank Indonesia bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI).
Dari 419 peserta yang lolos seleksi awal nasional, tiga peserta asal wilayah kerja BI Balikpapan berhasil melaju ke tahap regional Kalimantan. Sebelumnya, BI Balikpapan juga telah menggelar workshop dan pembekalan bagi para barista di Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser untuk meningkatkan kualitas SDM industri kopi daerah. (*/mto)
Tulis Komentar