Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Antusiasme masyarakat terhadap FENTURUN 2026 membludak. Baru dua hari pendaftaran dibuka, seluruh kuota 3.500 peserta langsung ludes. Ribuan pelari dari berbagai daerah pun memadati Pantai Kilang Mandiri, Balikpapan, pada Minggu (26/7/2026), untuk mengikuti ajang lari yang digelar Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan.
Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, FENTURUN tak lagi sekadar menjadi event olahraga. Ajang ini juga menjadi sarana memperkuat penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), mendorong ekonomi hijau, sekaligus menghadirkan beragam layanan publik dalam satu lokasi.
Tiga kategori diperlombakan, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, dan half marathon. Kegiatan secara resmi dilepas Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi bersama Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi mengatakan lonjakan jumlah peserta menunjukkan FENTURUN semakin diminati masyarakat. Tahun ini, sebanyak 3.500 peserta ambil bagian, meningkat dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 2.000 pelari.
“Ini adalah event FENTURUN yang ketiga. Kami membuka kuota 3.500 peserta untuk tiga kategori lomba. Antusiasmenya luar biasa karena kuota habis hanya dalam dua hari sejak pendaftaran dibuka,” ujarnya.
Menurut Robi, FENTURUN merupakan bagian dari upaya BI mengedukasi masyarakat agar semakin terbiasa menggunakan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari. Karena itu, hampir seluruh transaksi selama kegiatan berlangsung dilakukan secara nontunai melalui QRIS.
Mulai registrasi peserta, transaksi di tenant UMKM, hingga layanan publik yang disediakan pemerintah menggunakan sistem pembayaran digital. Bahkan, masyarakat cukup membayar Rp1 melalui QRIS untuk mengakses berbagai layanan edukatif yang tersedia.
“Semua aktivitas sejak pendaftaran, transaksi di tenant, sampai layanan edukasi menggunakan QRIS. Misalnya untuk cek kesehatan dan layanan administrasi kependudukan, semuanya cukup membayar Rp1 menggunakan QRIS. Ini bagian dari kampanye kami untuk memperluas penggunaan transaksi nontunai,” jelasnya.
Tak hanya jumlah peserta yang meningkat, FENTURUN 2026 juga menghadirkan berbagai inovasi. Tenant yang dilibatkan kini lebih beragam. Selain pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Balikpapan turut membuka layanan publik.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pembayaran pajak daerah secara elektronik, administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan, hingga edukasi mengenai digitalisasi layanan pemerintahan.
“Tahun lalu tenant didominasi kuliner. Sekarang jauh lebih lengkap. Ada dinas-dinas yang membuka pelayanan kepada masyarakat sehingga manfaat kegiatan ini semakin luas,” kata Robi.
Inovasi lain tampak pada medali finisher. BI memanfaatkan limbah racik uang kertas yang sudah tidak layak edar sebagai material utama medali. Potongan hasil pemusnahan uang tersebut diolah kembali sehingga memiliki nilai edukasi sekaligus mendukung konsep ekonomi hijau.
“Inilah bagian dari komitmen kami terhadap green economy. Medali yang diterima peserta menggunakan limbah racik uang kertas sehingga memiliki nilai edukasi tentang pemanfaatan kembali material yang sudah tidak digunakan,” terangnya.
Selain menjadi ajang olahraga, FENTURUN juga menghadirkan puluhan tenant UMKM yang seluruh transaksinya menggunakan QRIS. BI menilai kegiatan tersebut mampu mempercepat adopsi pembayaran digital sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengapresiasi konsistensi BI Balikpapan yang menjadikan FENTURUN sebagai agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut telah berkembang menjadi ruang kolaborasi antara olahraga, penguatan ekonomi kerakyatan, transformasi digital, dan pelayanan publik.
“FENTURUN bukan sekadar lomba lari. Ini menjadi wadah kolaborasi antara olahraga, penguatan ekonomi lokal, serta percepatan transformasi digital di tengah masyarakat,” ujarnya.
Rahmad menilai keterlibatan puluhan UMKM membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar melalui transaksi digital berbasis QRIS. Di sisi lain, masyarakat juga semakin mudah mengakses berbagai layanan pemerintah tanpa harus datang ke kantor pelayanan.
Beragam layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), layanan digital Perlindungan Sosial (Parlinsos), hingga pembayaran pajak dan retribusi daerah secara elektronik.
Dia juga mengajak masyarakat segera mengaktifkan IKD melalui kantor kecamatan sesuai domisili agar semakin siap memanfaatkan layanan pemerintahan berbasis digital. Meski demikian, Rahmad mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang mengatasnamakan layanan digital pemerintah.
“Jangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Aktivasi IKD hanya dilakukan melalui jalur resmi pemerintah,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Rahmad juga mengimbau masyarakat mewaspadai perubahan cuaca yang kembali diwarnai hujan setelah Balikpapan sempat mengalami cuaca panas selama beberapa pekan. Masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, diminta tetap mengutamakan keselamatan dan menjaga kondisi kesehatan.
Rahmad berharap seluruh rangkaian FENTURUN 2026 berlangsung aman, tertib, lancar, serta menjunjung tinggi sportivitas. Dia optimistis kolaborasi antara Pemerintah Kota Balikpapan, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat akan semakin memperkuat budaya transaksi nontunai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Kota Balikpapan.
Melalui FENTURUN 2026, BI Balikpapan tidak hanya menghadirkan ajang olahraga berskala besar, tetapi juga menggabungkan kampanye transaksi digital, pemberdayaan UMKM, pelayanan publik, dan ekonomi hijau dalam satu kegiatan yang dekat dengan masyarakat. (mto)
Tulis Komentar