Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Suasana hangat penuh keakraban terasa dalam agenda Farewell Coffee Morning Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan Sulawesi (Kalsul), Azhari Idris, bersama awak media di Cafe Lim Kok Tong Kopi Tiam Balikpapan Baru, pada Jumat (15/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Azhari berpamitan menjelang berakhirnya masa tugasnya di Kalimantan Timur. Bagi dia, Benua Etam bukan sekadar lokasi penugasan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan keluarganya.
“Setengah usia yang Allah berikan kepada saya, saya habiskan di Kalimantan Timur. Daerah ini sudah menjadi bagian kehidupan saya dan keluarga,” ujar Azhari di hadapan wartawan.
Azhari memulai karier di industri hulu migas pada 2001 saat bergabung dengan Unocal Indonesia di Balikpapan. Setelah itu, dia melanjutkan tugas di SKK Migas Jakarta pada 2010, kemudian dipercaya memimpin Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) pada 2016. Pada 2021, Azhari kembali ke Kalimantan Timur hingga menjelang akhir masa tugasnya saat ini.
Balikpapan sendiri menyimpan banyak cerita bagi Azhari. Salah satu anaknya lahir di kota minyak tersebut. Dia mengaku memiliki banyak kenangan bersama rekan kerja, sahabat, dan masyarakat selama tinggal di Kalimantan Timur.
“Banyak kenangan baik yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya bersyukur provinsi ini memberikan kehidupan yang baik bagi saya dan keluarga,” katanya.
Tak hanya soal keluarga, Azhari juga merasa bangga karena dapat ikut berkontribusi dalam perkembangan industri hulu migas di Kalimantan Timur. Menurut dia, selama bertugas, keterlibatan perusahaan lokal dalam industri migas semakin berkembang dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Saya merasa bisa ikut membantu perusahaan-perusahaan lokal menjadi bagian dari industri ini, sekaligus membantu pemerintah daerah mendapatkan peluang dan informasi yang lebih baik terkait sektor migas,” ucapnya.
Azhari menilai Kalimantan Timur memiliki posisi strategis dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang. Dia menyebut sektor energi, khususnya migas, masih menjadi tulang punggung penting bagi daerah.
Menurutnya, potensi cadangan migas di Selat Makassar maupun Delta Mahakam masih sangat besar dan menjanjikan untuk menopang kebutuhan energi nasional ke depan.
“Beberapa tahun lalu industri migas sempat dikhawatirkan mengalami penurunan produksi. Namun dalam lima tahun terakhir, Kalimantan Timur kembali mendapat berkah besar dengan potensi cadangan migas yang luar biasa,” ungkapnya.
Dia pun mengajak media dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga iklim positif industri migas di daerah. Edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya sektor energi dinilai perlu terus diperkuat agar keberlanjutan ekonomi daerah tetap terjaga.
“Mari bersama-sama menjaga rahmat ini. Industri migas sangat penting untuk menopang kehidupan ekonomi masyarakat Kalimantan Timur,” tuturnya.
Usai menyelesaikan masa tugas di Balikpapan, Azhari dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk menuntaskan tugas akhir di SKK Migas. Posisi yang ditinggalkannya akan diteruskan Haryanto Safri yang sebelumnya bertugas di sejumlah wilayah kerja migas, mulai Sumatera hingga Papua-Maluku.
Azhari optimistis kepemimpinan baru dapat melanjutkan bahkan meningkatkan capaian yang selama ini telah dibangun bersama.
“Beliau sosok yang ramah dan berpengalaman. Saya yakin bisa berbuat lebih baik untuk daerah ini,” katanya.
Azhari menyampaikan pesan penuh makna tentang arti kebersamaan dan pengabdian.
“Cinta terbaik adalah meninggalkan jejak kebaikan di tempat kita pernah tumbuh, bekerja, dan berbagi kehidupan bersama orang-orang yang tulus menerima kehadiran kita,” pungkasnya. (mto)
Tulis Komentar