Porosnusantaranews, PENAJAM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus memperketat sabuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah taktis ini diwujudkan lewat pelatihan Desa Tangguh Bencana yang digelar di Desa Api-Api, Kecamatan Waru, pada Selasa, 3 November 2026.
Pemilihan lokasi ini seolah menjadi alarm pengingat. Desa Api-Api kini digembleng agar masyarakatnya mampu menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan memadamkan bara api sebelum meluas menjadi bencana hebat.
Tak sekadar duduk mendengar teori, para peserta pelatihan langsung dihadapkan pada simulasi lapangan.
Mereka dibekali peta risiko karhutla, langkah mitigasi, hingga taktik penanganan awal.
Puncaknya, warga diajari menjinakkan api menggunakan berbagai peralatan pemadam kebakaran secara presisi dan aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, menegaskan bahwa peran aktif masyarakat adalah kunci utama dalam rantai penyelamatan bencana.
Kecepatan respons warga di menit-menit awal kebakaran sangat menentukan nasib bentang alam di sekitarnya.
"Masyarakat yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian diharapkan mampu melakukan penanganan awal secara cepat dengan tetap memperhatikan keselamatan," kata Nurlaila.
Melalui gemblengan intensif ini, BPBD PPU membidik sasaran jangka panjang: melahirkan komunitas yang mandiri, tangguh, dan tidak gagap saat krisis lingkungan terjadi.
"Harapannya, potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar," ujar Nurlaila, menutup keterangannya.(adv)
Tulis Komentar