Iklan Dua

Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Balikpapan Pastikan Pasokan BBM dan Sembako Aman

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Komisi II DPRD Kota Balikpapan mulai bergerak cepat menjelang Ramadan. Fokusnya jelas: memastikan kebutuhan pokok masyarakat, mulai dari BBM, gas LPG hingga sembilan bahan pokok (sembako), tetap aman dan tidak mengalami kelangkaan maupun lonjakan harga.

Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Subari, mengatakan pihaknya telah mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina Patra Niaga dan para agen. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan, khususnya gas LPG, yang kerap terjadi saat kebutuhan masyarakat meningkat di bulan puasa.

“Kami ingin memastikan menjelang Ramadan tidak ada kelangkaan BBM, terutama gas. Ini kebutuhan vital masyarakat,” ujar Subari, politisi Fraksi Golkar, kepada wartawan, pada Rabu (11/2/2026). 

RDP tersebut awalnya dijadwalkan usai upacara HUT Kota Balikpapan. Namun, pihak Pertamina Patra Niaga meminta penjadwalan ulang karena sedang berada di luar kota.

Komisi II menegaskan pertemuan harus terlaksana sebelum Ramadan. Pertamina disebut telah berkomitmen hadir pada Jumat ini.

Menurut Subari, langkah ini penting menyusul keluhan masyarakat terkait mulai langkanya BBM dan kenaikan harga di lapangan. Ia menegaskan distribusi harus berjalan lancar dari agen ke pangkalan hingga ke masyarakat.

“Harga harus sesuai HET. Tidak boleh ada oknum yang memainkan harga atau menimbun. Distribusi dari agen ke pangkalan harus lancar dan sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Selain BBM dan gas, Komisi II juga menggelar RDP dengan sejumlah ritel modern untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan menjamin tidak ada produk kedaluwarsa yang beredar.

Tak berhenti di rapat, pengawasan juga dilakukan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik di Balikpapan. Sidak dilakukan secara maraton hingga menjelang Ramadan guna memastikan tidak ada kelangkaan, penimbunan, maupun kenaikan harga yang tak wajar.

Lokasi sidak dirahasiakan agar hasil pengawasan maksimal. Subari menegaskan, pengalaman sidak sebelumnya menunjukkan masih ditemukan pelanggaran, termasuk ketidaksesuaian dalam pelaporan pajak di sejumlah tempat usaha.

“Kami akan terus sisir lapangan. Pajak itu dibayar konsumen, jadi tidak boleh disalahgunakan. Ini akan kami pastikan kembali,” tandasnya.

Komisi II menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok demi kenyamanan masyarakat Balikpapan dalam menyambut Ramadan. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)