Porosnusantaranews,BERAU – Kuliner khas Berau didorong tidak hanya menjadi sajian pada kegiatan budaya, tetapi mulai dikembangkan sebagai bagian dari industri pariwisata dan peluang usaha masyarakat.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Lomba Ancur Paddas, Puncak Rasul, dan Festival Jajanan Kue Tradisional dalam rangka Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb Tahun 2026.
Dikatakannya, makanan khas daerah memiliki potensi besar untuk diperkenalkan kepada pendatang maupun wisatawan yang berkunjung ke Berau.
“Saya sangat ingin, tamu-tamu yang datang ke Kabupaten Berau dijamu dengan makanan khas yang kita miliki. Saya juga ingin agar hotel-hotel dapat menyajikan hidangan makanan ancur paddas pada menu sarapan,” kata Gamalis.
Ia meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melihat potensi tersebut sebagai bagian dari strategi promosi daerah. Pengembangan kuliner khas dinilai dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk menjadikannya sebagai usaha yang menghasilkan.
Gamalis juga mendorong agar ancur paddas, puncak rasul, maupun kuliner tradisional lainnya mulai dihadirkan dalam berbagai kegiatan daerah. Tidak hanya pada festival budaya, tetapi juga pelatihan, bimbingan teknis, pembukaan kegiatan, hingga agenda pemerintahan lainnya.
“Ini tentunya juga menjadi pekerjaan rumah bagi jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dalam memberdayakan masyarakat yang dapat mengolah ancur paddas, puncak rasul, dan sebagainya untuk dapat dinikmati, khususnya oleh para tamu,” ujarnya.
Selain itu, peran masyarakat dan content creator juga dinilai penting. Gamalis mengajak para pembuat konten untuk mengenalkan kuliner tradisional Berau melalui konten-konten kreatif sehingga semakin dikenal masyarakat luas.
Di sisi lain, Gamalis mengakui perayaan tahun ini berlangsung di tengah kondisi Berau yang sedang menghadapi kemarau panjang dan bencana asap akibat karhutla. Kondisi tersebut turut memengaruhi suasana masyarakat.
Karena itu, ia berharap kegiatan kuliner dan budaya tersebut dapat menjadi ruang untuk sejenak membangun kembali semangat serta kebersamaan masyarakat.
“Dalam keadaan apapun, kita tidak boleh kehilangan semangat, tidak boleh kehilangan harapan, dan tidak boleh kehilangan kebersamaan,” pungkasnya. (adv)
Tulis Komentar