Iklan Dua

Fokus Benahi Balikpapan Barat, DPRD Dorong Penanganan Banjir hingga Penyediaan TPU Baru

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Arisanda, mengatakan pembangunan di Kecamatan Balikpapan Barat masih menjadi salah satu prioritas yang terus didorong kepada Pemerintah Kota Balikpapan. Sejumlah program yang menjadi perhatian meliputi penanganan banjir, peningkatan infrastruktur, pembangunan terminal, hingga penyediaan tempat pemakaman umum (TPU) baru.

Arisanda mengatakan, banjir yang sempat terjadi pada Selasa (30/6/2026) dipengaruhi tingginya curah hujan. Meski demikian, menurut dia, Komisi III DPRD tetap memberikan perhatian terhadap upaya pengendalian banjir melalui dukungan terhadap program dan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah.

"Komisi III terus mendorong penanganan titik-titik banjir yang menjadi perhatian pemerintah. Kalau saya berbicara untuk wilayah Balikpapan Barat, selain penanganan banjir juga ada pembangunan pedestrian, penerangan jalan, serta program penataan drainase yang terus kami kawal," kata Arisanda kepada wartawan, pada Selasa (30/6/2026).

Menurut Arisanda, sejumlah pekerjaan infrastruktur di Balikpapan Barat telah rampung dikerjakan. Sementara itu, beberapa program lainnya masih menunggu tahapan pelaksanaan sesuai mekanisme pemerintah.

Selain pembangunan infrastruktur, Arisanda menilai penyediaan TPU menjadi kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat Balikpapan Barat. Ia menyebut kapasitas lahan pemakaman yang ada saat ini sudah tidak lagi mencukupi.

"Rekomendasi percepatan pembangunan di Balikpapan Barat salah satunya adalah penyediaan fasilitas publik berupa pemakaman umum. Ini menjadi perhatian utama saya karena lahan pemakaman di Balikpapan Barat sudah penuh," ujarnya.

Ia mengakui, keterbatasan lahan menjadi kendala utama dalam pembangunan TPU baru. Selama belum tersedia lokasi baru, masyarakat Balikpapan Barat masih harus menggunakan TPU di kawasan Kilometer 15 yang jaraknya relatif jauh.

"Ini yang harus segera kami suarakan. Masyarakat Balikpapan Barat tidak seharusnya harus ke Kilometer 15 ketika membutuhkan lahan pemakaman. Karena itu, penyediaan TPU baru menjadi konsen utama saya di Komisi III," katanya.

Arisanda menjelaskan, solusi penyediaan lahan masih perlu dibahas bersama pemerintah daerah. Salah satu opsi yang dapat ditempuh ialah pembebasan lahan, termasuk mengkaji sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi TPU. Namun, ia menegaskan seluruh proses harus mengacu pada tata ruang dan hasil kajian teknis pemerintah.

"Kami harus duduk bersama pemerintah, apakah memungkinkan melalui pembebasan lahan. Ada beberapa lokasi yang saya lihat berpotensi, tetapi harus dipastikan terlebih dahulu kesesuaiannya dengan tata ruang dan kajian teknis," ujar dia.

Di sisi lain, Arisanda juga menyampaikan perkembangan rencana pembangunan terminal di Balikpapan Barat. Menurut dia, proyek tersebut telah masuk dalam tahap perencanaan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.

"Insyaallah targetnya mulai dikerjakan pada 2027. Anggarannya sekitar Rp7 miliar sampai Rp8 miliar. Terminal ini diharapkan dapat mendukung pelayanan transportasi di Balikpapan Barat yang selama ini belum banyak tersentuh pembangunan," katanya.

Meski demikian, Arisanda mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan pembangunan lain, seperti pelebaran jalan. Ia mengatakan realisasi program-program tersebut bergantung pada kemampuan keuangan daerah.

"Semua anggota DPRD tentu ingin membangun daerah pemilihannya masing-masing. Walaupun anggaran terbatas, kami tetap berupaya mendorong program-program prioritas. Tinggal bagaimana mekanisme penganggaran bersama TAPD," ujarnya.

Arisanda berharap pembangunan di Balikpapan Barat dapat terus berlanjut sehingga kawasan tersebut semakin berkembang dan mampu mengejar pembangunan di wilayah lain di Kota Balikpapan.

"Yang menjadi prioritas saya adalah bagaimana Balikpapan Barat bisa semakin maju. Masih banyak yang harus dikembangkan, terutama penyediaan sarana publik yang memang dibutuhkan masyarakat," pungkasnya. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)