Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, menyatakan bahwa meskipun beberapa sektor mengalami efisiensi, pengolahan minyak tetap menjadi sektor utama yang menopang perekonomian Kota Balikpapan.
Menurutnya, sektor ini masih memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian daerah.
"Selama sektor pengolahan minyak tidak mengalami penurunan signifikan, saya rasa dampaknya terhadap perekonomian kota Balikpapan tidak akan terlalu besar. Sekitar 50 persen perekonomian Balikpapan masih berasal dari sektor ini," ujar Robi saat ditemui oleh media pada Selasa (4/3/2025).
Robi menambahkan, meskipun ada sektor lain yang terdampak, seperti industri perhotelan, transportasi, dan penyewaan mobil, namun menurutnya dampak tersebut tidak akan mempengaruhi secara signifikan.
"Sektor perhotelan dan industri terkait mungkin akan terdampak, tetapi secara keseluruhan dampaknya tidak akan terlalu besar bagi perekonomian kota ini," jelasnya.
Menyinggung tentang persiapan penukaran uang menjelang Ramadan, Robi menjelaskan bahwa ada batasan penukaran uang untuk setiap individu, yaitu maksimal Rp 4,7 juta.
"Masyarakat dapat menukar uang dengan jumlah maksimal Rp 4,7 juta. Pecahannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, dan setiap orang hanya bisa menukar sesuai dengan jumlah tersebut," tambah Robi.
Robi juga menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi mengenai penukaran uang yang melibatkan Pertamina. Namun, Bank Indonesia Balikpapan bekerja sama dengan lebih dari 200 kantor bank yang ada di kota untuk memastikan kelancaran penukaran uang menjelang Ramadan.
"Kami akan mengadakan kegiatan penukaran uang bersama 13 bank pada tanggal 23 hingga 25 Maret untuk memudahkan masyarakat," ujarnya.
Salah satu kemudahan yang disediakan oleh BI adalah penukaran uang melalui aplikasi, yang memungkinkan masyarakat untuk memilih pecahan uang yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan menentukan waktu penukaran, tanpa perlu mengantri.
"Dengan aplikasi, masyarakat bisa memilih pecahan sesuai keinginan dan memilih waktu yang nyaman, sehingga tidak perlu antri," jelas Robi.
Melalui program ini, BI Balikpapan berharap dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan uang menjelang Ramadan dan Idul Fitri, sambil mengurangi keramaian dan antrean panjang yang sering terjadi di tempat penukaran uang. (mto)
Tulis Komentar