Porosnusantaranews,BALIKPAPAN — Warga Balikpapan diminta bersiap menghadapi potensi berkurangnya pasokan air bersih. Imbas kemarau dan fenomena El Nino, debit air baku di Waduk Manggar, Kilometer 12, terus menyusut.
Level air yang sebelumnya berada di atas 10 meter kini turun menjadi sekitar 8 meter. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga beberapa waktu ke depan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino diperkirakan berlangsung hingga November.
“Memang terjadi penurunan. Biasanya levelnya di 10 meter lebih untuk pasokan air baku, sekarang di posisi sekitar 8 meter. Dan ini akan berlanjut pengurangannya,” kata Fauzi Adi Firmansyah, kepada wartawan, pada Selasa (6/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan Fauzi setelah meninjau kondisi air baku sekaligus proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Waduk Manggar.
Meski volume air baku menurun, kualitas air hasil pengolahan masih tergolong baik. Fauzi menyebut air yang dihasilkan IPA Waduk Manggar tetap jernih dan tidak berbau.
“Setelah kami lihat dari pengolahannya di IPAL Waduk Manggar, hasilnya bagus, jernih, kemudian tidak berbau,” ujarnya.
Sementara itu, laporan masyarakat terkait air keran yang berwarna kemerahan disebut tidak berkaitan dengan kualitas air baku. Kondisi tersebut, kata Fauzi, bisa terjadi akibat kebocoran pada jaringan pipa.
Dia meminta masyarakat tidak khawatir. Sebab, PTMB tengah melakukan revitalisasi jaringan air bersih. Perbaikan dilakukan bertahap lantaran terkendala keterbatasan anggaran.
Namun, Fauzi memastikan perbaikan jaringan tersebut pada akhirnya dilakukan secara menyeluruh.
“Karena keterbatasan anggaran, makanya dilakukan bertahap. Tapi yakinlah dan pastikan pasti akan dilakukan perbaikan secara menyeluruh,” katanya.
Siapkan Sejumlah Opsi
Menghadapi potensi terus menurunnya pasokan air baku selama kemarau, PTMB telah menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya dengan menerapkan pengaturan jam operasional secara bergilir di waktu dan wilayah tertentu.
Upaya menambah sumber air juga dilakukan melalui pembangunan sumur baru.
Fauzi menyebut Balai Wilayah Sungai (BWS) telah menambah dua sumur dalam untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Satu sumur telah beroperasi di wilayah Gunung Tembak.
Sementara satu sumur lainnya yang berada di sekitar wilayah Dome masih menjalani uji kelayakan.
“Satunya yang ada sekitar wilayah Dome sedang diuji coba untuk kelayakannya dan mudah-mudahan segera beroperasi sehingga bisa minimal mengurangi,” ujarnya.
Di sisi lain, Fauzi meminta warga yang sama sekali tidak mendapat pasokan air agar segera berkoordinasi dengan PTMB.
Masyarakat yang membutuhkan dapat mengajukan bantuan pasokan air menggunakan tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter.
“Untuk warga kota yang betul-betul membutuhkan air dan sama sekali tidak ada pasokan air, boleh langsung menghubungi PTMB untuk mendapatkan air dalam tangki. Ada 5.000 liter, nanti bisa langsung koordinasi dengan PTMB,” pungkasnya. (mto)
Tulis Komentar