Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Upaya mendorong kemandirian penyandang disabilitas terus dilakukan di Kota Balikpapan. Salah satunya melalui pelatihan barista bagi penyandang disabilitas tunarungu/tuli.
Pelatihan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang baru, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma, mengapresiasi LAZNAS Nurul Hayat Balikpapan yang telah menyelenggarakan pelatihan tersebut.
Menurut Heruressandy, keterampilan barista tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis dalam meracik dan menyajikan kopi. Lebih dari itu, pelatihan juga dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri dan kemandirian peserta.
“Setiap orang memiliki kemampuan, potensi, dan kesempatan untuk berkembang. Keterbatasan yang dimiliki seseorang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berkarya dan mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan tidak berhenti pada kegiatan maupun pemberian sertifikat. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan terus dipraktikkan sehingga dapat menjadi keterampilan yang benar-benar berguna.
Heruressandy mendorong peserta untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Dengan keterampilan tersebut, peserta diharapkan memiliki bekal untuk mencari pekerjaan ataupun membuka usaha sendiri.
“Jangan pernah merasa minder dan jangan ragu dengan kemampuan diri sendiri. Jadikan pelatihan ini sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan kepercayaan diri,” katanya.
Menurutnya, pemberdayaan penyandang disabilitas juga membutuhkan dukungan lingkungan yang inklusif. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membuka kesempatan yang setara.
Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat diperlukan agar penyandang disabilitas memiliki ruang untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi benar-benar mendapatkan keterampilan yang dapat digunakan dan membuka peluang baru di dunia kerja maupun usaha,” jelasnya.
Heruressandy mengatakan Pemkot Balikpapan terus mendorong terciptanya ruang yang memungkinkan seluruh masyarakat berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Ia juga mengajak masyarakat memberikan dukungan terhadap berbagai program pemberdayaan penyandang disabilitas.
“Semoga kegiatan pelatihan barista disabilitas tunarungu/tuli ini memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mewujudkan Balikpapan yang semakin inklusif, mandiri, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Pelatihan barista tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi pintu bagi peserta untuk memiliki pilihan yang lebih luas dalam menentukan masa depan.
Sebab, kemandirian tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kesempatan untuk belajar, mendapatkan keterampilan, dan memperoleh ruang yang setara dapat menjadi awal bagi penyandang disabilitas untuk berkembang dan berkontribusi di tengah masyarakat. (ADV/Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar