Iklan Dua

Kabut Asap Masuk Balikpapan, Hj Yusdiana Minta Aktivitas Anak di Luar Ruangan Dikurangi

$rows[judul]
Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kabut asap yang mulai masuk ke wilayah Balikpapan mendapat perhatian Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Hj Yusdiana Hakim. Ia meminta masyarakat, khususnya orang tua, mengurangi aktivitas anak di luar ruangan selama kondisi udara belum kembali normal.

Yusdiana mengatakan, kondisi asap di Balikpapan saat ini memang belum separah sejumlah daerah lain. Namun, masuknya asap ke wilayah kota perlu diantisipasi sejak awal. Terlebih, anak-anak merupakan kelompok yang cukup rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan udara yang tidak baik.

“Kondisi kabut asap saat ini memang sangat memprihatinkan. Karena ini bukan di Balikpapan saja, ada beberapa daerah yang terdampak masalah asap. Tentu saja ini mengganggu aktivitas, terutama anak-anak sekolah,” kata Yusdiana saat ditemui, pada Kamis (24/9/2026).

Ia juga meminta sekolah ikut memperhatikan perkembangan kondisi udara. Jika kualitas udara memburuk, aktivitas belajar maupun kegiatan sekolah di luar ruangan dapat dihentikan sementara hingga situasi kembali normal.

“Untuk anak-anak sekolah, mudah-mudahan guru-gurunya bisa menyampaikan agar aktivitas di luar rumah dihentikan dulu sementara selama kabut asap ini. Nanti setelah kondisi membaik, pembelajaran dan kegiatan di luar rumah bisa dilaksanakan kembali,” ujarnya.

Selain membatasi aktivitas di luar ruangan, Yusdiana mengingatkan masyarakat kembali menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, paparan asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan.
Ia mengaku mulai melihat adanya peningkatan keluhan kesehatan yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Namanya asap begini mengganggu kondisi kesehatan. Karena saya lihat di rumah sakit yang mengalami gangguan pernapasan mulai meningkat. Jadi bukan saja anak-anak sekolah, masyarakat yang banyak beraktivitas di luar juga harus lebih hati-hati menjaga kondisi kesehatannya,” imbaunya.

Meski demikian, Yusdiana menyebut hingga Kamis (24/9/2026) pihaknya belum menerima laporan khusus mengenai dampak asap terhadap kegiatan pendidikan di Balikpapan. Kondisi tersebut dinilai masih relatif aman karena paparan asap di kota baru mulai dirasakan.

“Belum ada imbauan dari Dinas Pendidikan. Kita juga belum ada komunikasi bagaimana dampak asap saat ini untuk kegiatan pembelajaran di sekolah. Kalau memang dari Dinas Kesehatan ada menyampaikan kondisi asap sudah tidak sehat, maka kita minta anak-anak sekolah belajar dari rumah,” katanya.

Namun, Komisi IV DPRD Balikpapan hingga kini belum menerima pernyataan langsung dari Dinas Kesehatan terkait kondisi tersebut. Karena itu, pihaknya berencana memanggil instansi terkait melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Tapi sampai saat ini kita di Komisi IV belum menerima pernyataan langsung, terutama Dinas Kesehatan. Pastinya dalam waktu dekat kami akan panggil untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP),” sambungnya.

Yusdiana menambahkan, kondisi Balikpapan masih berbeda dengan sejumlah daerah lain yang sudah lebih lama terdampak asap. Karena itu, langkah antisipasi dinilai penting dilakukan sebelum kondisi memburuk.

Ia berencana menyampaikan persoalan tersebut kepada pimpinan DPRD maupun Ketua Komisi IV untuk dibahas lebih lanjut. Termasuk kemungkinan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan terkait langkah yang perlu dilakukan.

“Sampai sekarang belum ada pembicaraan di Komisi IV mengenai masalah asap ini. Saya akan coba sampaikan kepada ketua, terutama ketua Komisi IV, bagaimana ke depannya bagi anak-anak. Kita coba komunikasi dengan Dinas Pendidikan bagaimana tanggapannya dengan kondisi sekarang ini,” pungkasnya. (mto) 

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)