Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan meminta pemerintah kota melalui organisasi perangkat daerah (OPD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah. Langkah antisipasi dinilai perlu dilakukan mengingat kabut asap berpotensi memengaruhi kualitas udara di Balikpapan apabila musim kemarau berkepanjangan.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, mengatakan Dinas Kesehatan Kota (DKK) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) perlu memperkuat upaya perlindungan terhadap masyarakat. Menurut dia, pelayanan kesehatan juga harus dipersiapkan, terutama bagi kelompok yang rentan terdampak pencemaran udara.
"Pelayanan kesehatan harus disiapkan dan kelompok masyarakat yang rentan perlu menjadi prioritas apabila kualitas udara memburuk," ujar Gasali, pada Kamis (6/8/2026).
Legislator dari daerah pemilihan Balikpapan Timur itu mengingatkan, apabila hujan tidak turun dalam beberapa pekan ke depan, kabut asap dari wilayah yang mengalami karhutla berpotensi menyebar hingga ke sejumlah kawasan di Kota Balikpapan.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya pada Kamis (6/8/2026), telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bukit Soeharto. Kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain meminta pemerintah memperkuat langkah mitigasi, Gasali mengimbau masyarakat menjaga kesehatan di tengah cuaca panas dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau. Menurut dia, api yang berasal dari pembakaran sampah maupun lahan harus segera dipadamkan agar tidak meluas dan memicu kebakaran yang lebih besar.
"Jangan membakar lahan saat musim kemarau. Kalau ada api dari pembakaran sampah, segera dipadamkan karena dampaknya bisa meluas, tidak hanya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpengaruh pada perekonomian," tandasnya. (ram/mto)
Tulis Komentar