Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mendorong masyarakat tidak menunggu munculnya gejala untuk mulai mencegah kanker.
Upaya pencegahan dilakukan melalui vaksinasi, pemeriksaan kesehatan secara berkala, deteksi dini, hingga penerapan pola hidup sehat.
Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, Apt., M.A.P., mengatakan pencegahan sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kanker sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan.
Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah yakni vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi anak usia sekolah dasar. Vaksinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kanker serviks yang berkaitan dengan infeksi HPV.
“Untuk pencegahan kanker serviks, kami melakukan vaksinasi HPV pada anak usia sekolah dasar. Selain itu, vaksinasi secara umum juga terus kami dorong sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit,” kata Alwiati.
Menurutnya, vaksinasi perlu dibarengi kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini penting karena sejumlah penyakit, termasuk kanker, dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala pada tahap awal.
Alwiati mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, agar tidak menunda pemeriksaan karena takut mengetahui hasil diagnosis.
“Jangan takut melakukan deteksi dini. Jangan karena takut mengetahui hasil pemeriksaan kemudian memilih tidak memeriksakan diri. Datang ke puskesmas dan manfaatkan layanan cek kesehatan gratis,” ujarnya.
Untuk pencegahan kanker serviks, Dinkes Balikpapan terus mendorong pemeriksaan HPV DNA serta metode deteksi dini lainnya.
Sementara untuk kanker payudara, perempuan juga diminta lebih mengenali perubahan pada tubuh dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.
Selain vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan, Dinkes Balikpapan juga menyoroti faktor risiko kanker yang masih dapat dicegah, salah satunya kebiasaan merokok.
Alwiati menilai generasi muda, termasuk mahasiswa, memiliki peran penting dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kita berharap generasi muda dapat menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat dan ikut mengampanyekan hidup tanpa rokok,” katanya.
Menurut Alwiati, upaya tersebut sejalan dengan penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Balikpapan.
Lingkungan pendidikan, termasuk perguruan tinggi, dinilai menjadi ruang penting untuk membangun budaya hidup sehat dan mengurangi paparan asap rokok.
Pemkot Balikpapan juga akan memperkuat kolaborasi bersama masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan media dalam penerapan KTR. Penertiban terhadap pelanggaran dapat dilakukan disertai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Alwiati berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi kesehatan, tetapi ikut menyebarkan pesan pencegahan kanker kepada lingkungan sekitar.
“Mahasiswa adalah corong pemerintah untuk menyampaikan kampanye pencegahan kanker. Jadilah contoh bagaimana menerapkan perilaku hidup sehat,” pungkasnya. (ADV/Diskominfo Balikpapan)
Tulis Komentar