BBUSKP Tetap Berharmonisasi Dengan Menggelar Temu Kerja

Jakarta – Temu teknis ini merupakan temu jejaring kerja laboratorium lingkup Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian yang merupakan salah satu sarana komunikasi antar UPT lingkup Barantan, dalam bidang pengembangan laboratorium sesuai dengan Permentan No.43 Tahun 2006 yang sudah di revisi menjadi Permentan No. 47 Tahun 2020 tentang tugas pokok dan fungsi Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian (BBUSKP) memiliki tugas melaksanakan uji rujukan, uji standar dan memberikan bimbingan teknis penerapan sistem manjemen mutu laboratorium sesuai dengan SNI ISO/IEC 17025:2017. Hal ini disampaikan Kepala BBUSKP, Sriyanto diruang kerjanya dihadapan awak media usai membuka acara gelar Temu Teknis Jejaring Laboratorium yang berlangsung pada Senin (22/02/2021).

Sriyanto mengatakan, Peran dan fungsi laboratorium itu sangat penting karena peranannya dalam menjamin media komoditi pembawa yang diimpor maupun di ekspor bebas dari hama penyakit hewan dan organisme pengganggu tumbuhan serta sesuai dengan persyaratan keamanan pangan. Dalam hal persyaratan keamanan pangan ini ada benerapa poin yang perlu kita cermati bersama diantaranya adanya cemaran mikroba dan residu pestisida dalam produk pangan segar asal tumbuhan yang masuk kedalam wilayah RI harus dipastikan aman untuk dikonsumsi sehingga kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi terjamin, menjadi bukti peran penting laboratorium karantina bagi masyarakat.
“Jadi dengan temu teknis ini sebenarnya kita ingin melakukan komunikasi bersama yang berkaitan dengan peningkatan performa laboratorium, sebagai bentuk tindaklanjut dari pelaksanaan pengembangan metode standar, validasi/verifikasi metode, uji banding/Uji profisiensi dan kegiatan teknisnya,” pungkas Sriyanto.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Subtansi Pengendalian Mutu Laboratorium BBUSKP, Krisna Dwiharniati, S.Si, M.,Si menambahkan. “Pada prinsipnya temu teknis ini dilaksanakan untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari Unit Pelaksana Teknis Lingkup Barantan terkait penerapan sistem manajemen mutu lab. dan pelaksanaan pengujian. Diskusi yang dilakukan, mampu mendorong harmonisasi penggunaan metode uji dan rencana peningkatan performa laboratorium. Keseluruhan bahasan dalam temu teknis ini pada akhirnya akan kita sampaikan kepada Badan Karantina Pertanian sebagai rekomendasi pengembangan laboratorium,” ujar Krisna Dwiharniati.

BACA JUGA :  Fokus Pada Pencarian Jenazah Serta CVR, TNI AL Tetap Kerahkan Unsur dan Tim Gabungan Penyelam di Lokasi Jatuh Sriwijaya SJ 182

Dalam hal inipun BBUSKP ingin meningkatkan laboratorium yang ada di seluruh indonesia dengan tetep konsisten dalam segala hal tentunya.