30 Tahun Sudah Irigasi Balun di Bangun, Namun Belum menjawab Keluhan Petani

Solok Selatan – Irigasi Balun yang sumber airnya dari Batang Suliti dan bendungannya terletak di jorong Balun, Nagari Pakan Rabaa Tengah kecamatan Koto Parik Gadang Diataeh belum menjawab sepenuhnya kebutuhan masyarakat dalam mengairi per sawahan mereka.

Lilbadri salah seorang warga pemakai air berdomisili di jorong Tigo Lareh Bakapanjangan kenagarian Pasia Talang kecamatan Sungai Pagu mengeluh saat ditemui media ini di lokasi sawahnya, Ia sangat mengeluh kerena sulitnya air untuk mengolah sawahnya.Padahal sawahnya dilalui saluran irigasi tersebut

” Irigasi Balun ini dibangun semenjak tahun 1985 namun sampai saat kami belum merasa kan manfaat yang sebenarnya fungsinya sebagai irigasi yang notabene untuk mengairi sawah masyarakat,” ungkapnya.

Setiap musim turun kesawah Lilbadri dan petani pemakai air lainnya yang sawahnya terletak di jorong Sungai Cangkau nagari Pasirt Talang Barat sangat mengeluh, ketika hendak menggarap lahan persawahan mereka. Pasalnya irigasi yang mereka harapkan tidak membantu meraka. Hai itu mereka keluhkan sewaktu bertepatan menggarap lahannya pada musim kemarau.

” padahal salah satu fungsi irigasi adalah membantu petani sewaktu menggarap lahan persawahan yang ketika lahan yang digarap itu, bertepatan di musim kemarau,” Tegasnya.

Ia juga memaparkan sewaktu mengolah lahan sawah ini kami tidak menikmati manfaat irigasi ini padahal saluran jaringan irigasi ini melalui sawah kami. ” air yang ada dalam saluran irigasi ini bukanlah air yang mengalir dari bendungan dari Balun, akan tetapi adalah air dari anak sungai yang ada dari perbukitan sana,” sebutnya sambil mengarahkan telunjuknya ke perbukitan tersebut.

Padahal setiap tahun anggaran pemeliharaan selalu di laksanakan, namun air dari bendungan Balun tidak pernah sampai kelahan persawahan masyarakat di jorong tersebut di atas.

BACA JUGA :  Koarmada I Terus Dukung Ketahanan Pangan Ditengah Pandemi Covid-19 Dengan Tebar 300.000 Benih Udang Vaname di Tambak Binaan

Kita berharap kepada pemerintah melalui Dinas terkait agar dapat meninjau langsung kelapangan, tentang apa yang di keluhkan petani pemakai air pinta, Lilbadri mengakhiri.

(Sudirman)*.