Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menempatkan penguatan sektor pangan sebagai salah satu bagian dari agenda pembangunan ekonomi daerah melalui Program Petani, Peternak dan Nelayan Tangguh. Program ini menjadi bagian dari 17 program dedikasi Bupati dan Wakil Bupati Kukar periode 2025–2029 yang dirancang untuk mendukung pengembangan potensi daerah dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kukar, Antoni Kusbiantoro, menjelaskan, bidangnya mengawal enam program dedikasi yang berkaitan dengan perencanaan perekonomian dan sumber daya alam. Salah satunya adalah program yang menyasar petani, peternak, dan nelayan sebagai pelaku utama dalam kegiatan produksi pangan.
“Di bidang Perencanaan Perekonomian dan SDA, kami membawahi dan mengawal enam program dari 17 program dedikasi Bupati dan Wakil Bupati Kukar 2025–2029,” ujar Antoni, Sabtu (24/10/2026).
Ia menyebut, program Petani, Peternak dan Nelayan Tangguh diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi melalui dukungan sarana dan prasarana. Dalam rancangan programnya, dukungan tersebut mencakup modernisasi alat produksi, penyediaan bibit unggul, pupuk, serta penguatan infrastruktur pengairan dan sarana penunjang lainnya.
Antoni mengatakan, komponen itu berkaitan dengan kebutuhan pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan produksi. Ketersediaan alat yang memadai dapat membantu menunjang pekerjaan di lapangan, sedangkan bibit unggul dan pupuk menjadi bagian dari kebutuhan budidaya.
"Selain itu, infrastruktur pengairan juga diperlukan untuk mendukung kegiatan pertanian yang membutuhkan pasokan air," terangnya.
Antoni berujar, dukungan terhadap kebutuhan produksi menjadi salah satu aspek yang menentukan keberlangsungan kegiatan usaha bagi petani. Kondisi serupa juga berlaku bagi peternak dan nelayan, yang memerlukan sarana sesuai karakteristik usaha masing-masing. Karena itu, program ini mencakup tiga kelompok pelaku ekonomi yang memiliki peran dalam rantai produksi pangan.
Antoni mengungkap, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan sektor-sektor ekonomi melalui program dedikasi yang telah ditetapkan. Pengawalan oleh Bappeda berkaitan dengan tugas perencanaan, sehingga program-program tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah dalam periode kepemimpinan 2025–2029.
“Program Petani, Peternak, Nelayan Tangguh ini mencakup bantuan modernisasi alat produksi, penyediaan bibit unggul, pupuk, serta penguatan infrastruktur pengairan dan sarana penunjang bagi pelaku sektor pangan,” jelasnya.
Antoni berkata, dukungan melalui program itu turut mencerminkan pentingnya memperhatikan kebutuhan pelaku usaha berdasarkan sektor yang dijalankan. Petani membutuhkan dukungan untuk kegiatan budidaya, peternak memerlukan sarana yang sesuai dengan usaha peternakan, sedangkan nelayan membutuhkan penunjang bagi kegiatan perikanan. Penyesuaian dukungan dengan kebutuhan masing-masing kelompok menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.
Di sisi lain, penguatan sektor pangan juga berkaitan dengan upaya menjaga agar aktivitas produksi masyarakat tetap memiliki ruang untuk berkembang. Kukar memiliki pelaku usaha di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi tersebut dapat menjadi modal bagi pengembangan ekonomi lokal apabila didukung perencanaan dan pelaksanaan program yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
“Ini salah satu program dedikasi yang kami kawal dalam bidang perencanaan perekonomian dan sumber daya alam,” tutup Antoni. (Adv)
Tulis Komentar