Iklan Dua

Nelly Turuallo Soroti Keterbatasan Fiskal di Rakorbang Karang Rejo, Infrastruktur Masih Jadi Prioritas

$rows[judul]

Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Nelly Turuallo, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) Kelurahan Karang Rejo yang digelar di Aula Kantor Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, pada Kamis (15/1/2026).


Dalam forum tersebut, Nelly menanggapi paparan Lurah Karang Rejo terkait 10 usulan skala prioritas pembangunan kelurahan. Ia menyebut, mayoritas usulan masih berkutat pada persoalan infrastruktur dasar.


“Kalau kita lihat secara sekilas, memang banyak berkaitan dengan infrastruktur, seperti drainase dan perbaikan jalan. Itu sudah standar dan memang selalu menjadi kebutuhan utama di kelurahan,” ujar politisi Partai Golkar itu.


Namun demikian, Nelly mengingatkan bahwa seluruh usulan tersebut masih harus melalui tahapan lanjutan, mulai dari Musrenbang tingkat kecamatan hingga kota. Ia juga menekankan bahwa kondisi fiskal pada APBD murni 2026 sangat terbatas.


“Tadi saya sampaikan, di 2026 murni ini kita sangat dibatasi oleh fiskal. Penurunan anggaran sekitar Rp1,3 triliun itu bukan angka kecil,” tegasnya.


Sebagai gambaran, Nelly mencontohkan satu organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pekerjaan Umum. Dalam rancangan awal APBD, sektor ini diproyeksikan memperoleh anggaran sekitar Rp800 miliar. Namun, akibat pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), anggaran tersebut berkurang hingga separuhnya.


“Sekarang anggap saja tinggal Rp400 miliar. Dari jumlah itu, tentu sudah terserap untuk gaji pegawai dan kebutuhan pemeliharaan. Kalau untuk pembangunan skala besar, saya rasa di APBD murni masih cukup berat,” jelasnya.


Meski demikian, Nelly berharap ada peluang pada APBD Perubahan 2026 apabila kondisi keuangan daerah membaik. “Kalau nanti ada kabar baik di perubahan, kita masih bisa melakukan beberapa hal yang sempat tertunda,” katanya.


Terkait aspirasi dari dewan, Nelly mengaku usulan yang ingin diperjuangkan sebenarnya cukup banyak. Namun ia memilih realistis agar tidak menimbulkan ekspektasi berlebihan di masyarakat.


“Kalau kita mengusulkan terlalu banyak tapi belum bisa direalisasikan, ujung-ujungnya warga bisa kecewa,” ujarnya.


Ia menambahkan, aspirasi pokok-pokok pikiran (pokir) yang ia sampaikan bersifat pribadi sebagai anggota DPRD. Salah satunya adalah pembangunan rumah ibadah ramah anak umat Kristen Protestan yang kini telah selesai dan dimanfaatkan.


Menurut Nelly, aspirasi dewan tidak melulu soal semenisasi atau drainase. Fasilitas yang berdampak langsung pada tumbuh kembang anak juga penting untuk diperjuangkan.


“Itu kan dampaknya luar biasa untuk anak-anak. Kita semua tahu, mereka adalah generasi penerus,” pungkasnya. (mto)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)