Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Kemarau yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pesan itu disampaikan Rahmad saat menghadiri Maulid Akbar 2026 di Masjid Balikpapan Islamic Center (BIC), Balikpapan, pada Rabu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan H Bagus Susetyo, Pj Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Agus Budi Prasetyo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Ustaz Das’ad Latif yang hadir sebagai penceramah.
Dalam sambutannya, Rahmad mengapresiasi antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
Menurut dia, momentum Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi, tetapi juga dapat menjadi pengingat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Terlebih, kondisi kemarau saat ini membuat potensi kebakaran semakin perlu diwaspadai. Karena itu, Rahmad meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
Warga yang hendak membuka lahan untuk pertanian juga diminta tidak menggunakan metode pembakaran. Cara tersebut dinilai berisiko memicu api, terlebih saat kondisi lahan dan lingkungan cenderung kering.
“Jangan membuang sampah sembarangan dalam kondisi saat ini. Kalau ingin membuka lahan atau lahan pertanian, tentunya bisa dilakukan dengan tidak membakar,” kata Rahmad Mas’ud.
Dia menegaskan, kemunculan karhutla di sejumlah wilayah Kaltim membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas yang berada di lapangan.
Kesadaran warga untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, lanjut dia, menjadi salah satu kunci agar karhutla tidak meluas.
Rahmad juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Maulid untuk memperbanyak doa. Dia berharap hujan segera turun sehingga kondisi kemarau yang terjadi di Balikpapan dapat berakhir.
“Kebersamaan kita, insya Allah, dan mudah-mudahan pada hari ini kita bermaulid dan juga berdoa. Mudah-mudahan hujan bisa turun lagi di Kota Balikpapan,” ujar Rahmad.
Di sisi lain, Ustaz Das’ad Latif dalam tausiyahnya mengajak jamaah melihat berbagai persoalan kehidupan sehari-hari secara lebih sederhana. Salah satu persoalan yang sering membebani masyarakat, menurut dia, bukan selalu karena minimnya rezeki.
Das’ad menyebut gaya hidup yang melebihi kemampuan justru dapat menjadi pemicu seseorang terlilit utang.
“Kenapa banyak orang berutang? Bukan karena tidak ada rezekinya, tetapi gaya hidupnya yang berlebihan,” kata Das’ad Latif di hadapan jamaah. (mto)
Tulis Komentar