Porosnusantaranews,BALIKPAPAN – Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan (Rakorenbang) Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, berlangsung lancar dan penuh antusias, Rabu (21/1/2026), di Aula Kantor Kelurahan Damai Bahagia.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan H Yusri, perwakilan Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Camat Balikpapan Selatan, Lurah Damai Bahagia, LPM, tokoh masyarakat, PKK, serta sekitar 40 ketua RT atau perwakilannya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan H Yusri mengatakan, Rakorenbang Kelurahan Damai Bahagia menjadi wadah untuk mengawal berbagai usulan masyarakat, khususnya terkait pelayanan dasar dan infrastruktur.
Salah satu usulan utama, kata Yusri, adalah permintaan pembangunan kembali puskesmas di wilayah Kelurahan Damai Bahagia dan Sungai Nangka. Menurutnya, puskesmas yang saat ini berada di Damai Kota harus melayani tiga kelurahan sekaligus, yakni Damai Baru, Damai Bahagia, dan Damai Kota.
“Pelayanan dasar masyarakat harus diperkuat. Puskesmas yang ada sekarang berada di wilayah Damai Kota dan membackup tiga kelurahan. Karena itu, warga mengusulkan agar puskesmas bisa kembali ada di Damai Bahagia,” ujar Yusri.
Selain itu, warga Sungai Nangka juga mengusulkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat. Pasalnya, selama ini warga harus mengakses puskesmas di Kelurahan Gunung Bahagia yang jaraknya cukup jauh.
“Wilayah Sungai Nangka berbatasan langsung dengan Damai Bahagia. Lokasi yang diusulkan itu bekas kantor pertanahan yang sekarang disewa BNN,” jelasnya.
Usulan lainnya yang cukup dominan berkaitan dengan penanganan banjir. Yusri menyebutkan banyak drainase di sejumlah RT mengalami pendangkalan akibat sedimen serta kerusakan dinding saluran. Kondisi tersebut ditemukan di RT 15, 11, 8, 7, 9, hingga RT 56 Kelurahan Damai Bahagia.
Selain drainase, masyarakat juga mengusulkan perbaikan dan pengaspalan jalan yang dinilai sudah tidak layak, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), pembangunan posyandu, pos keamanan lingkungan, serta penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
“Warga meminta sedimentasi di DAS Ampal, khususnya dari wilayah sekitar hingga Hotel Jurik, diangkat atau dilebarkan agar mengurangi banjir yang kerap terjadi di RT 3, 4, dan 5, terutama di Gang Mufakat,” kata Yusri.
Permintaan pelebaran juga disampaikan untuk akses jalan dan jembatan di kawasan Simpang BJ-BJ, termasuk penguatan dinding sungai yang mulai mengalami keruntuhan dan penyempitan.
“Usulannya banyak. Harapannya, ini bisa dibawa ke tingkat kecamatan, kemudian diusulkan kembali pada Musrenbang kota untuk dirembukkan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Damai Bahagia Hikmatullah Hardian mengatakan, seluruh usulan dari RT telah diakomodir dalam Rakorenbang kelurahan. Dari total 40 RT, sebanyak 30 RT menyampaikan usulan dengan jumlah mencapai sekitar 90 kegiatan.
“Usulan itu terdiri dari perbaikan dan pembuatan drainase, semenisasi jalan, siring, serta PJU,” kata Hikmatullah.
Dari 90 usulan tersebut, lanjutnya, telah disepakati delapan usulan prioritas yang akan diajukan ke tingkat berikutnya. Mayoritas usulan prioritas masih berfokus pada pembangunan infrastruktur, khususnya penanganan banjir.
“Yang paling prioritas sejauh ini memang infrastruktur, terutama perbaikan dan pelebaran drainase. Termasuk di jalan BJ-BJ dan beberapa titik yang membutuhkan pengurukan akibat sedimentasi,” ujarnya.
Hikmatullah berharap, usulan-usulan tersebut dapat ditindaklanjuti pada tahapan perencanaan pembangunan selanjutnya demi meningkatkan kualitas lingkungan dan pelayanan bagi warga Kelurahan Damai Bahagia. (mto)
Tulis Komentar