Iklan Dua

Dinkes Kukar Kembangkan Inovasi Baru untuk Perkuat Penanganan Stunting

$rows[judul]
Porosnusantaranews,KUTAI KARTANEGARA – Penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tidak berhenti pada inovasi yang telah berjalan. Dinas Kesehatan Kukar kini menyiapkan pengembangan inovasi baru melalui tim Kesehatan Masyarakat (Kesmas) sebagai bagian dari upaya memperkuat pendekatan penanganan di lapangan.
 
Pengembangan tersebut menunjukkan bahwa program penanganan stunting terus dievaluasi dan dikembangkan mengikuti kebutuhan. Inovasi sebelumnya menjadi bagian dari pengalaman pemerintah daerah dalam mencari pendekatan yang sesuai dengan karakteristik persoalan di Kukar.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufidah, mengatakan tim Kesmas saat ini tengah mengembangkan inovasi baru. Ia menyebut pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mencari cara yang lebih efektif dalam mendukung penanganan stunting.
 
“Ini ada inovasi baru yang sedang dikembangkan oleh teman-teman Kesmas,” kata Ismi, Kamis (1/10/2026).
 
Menurutnya, inovasi bukan sesuatu yang berhenti setelah sebuah program diluncurkan. Kondisi di lapangan dapat berubah sehingga pendekatan yang digunakan juga perlu terus diperbarui dan disesuaikan.
 
Pengembangan inovasi baru tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari pengalaman Dinas Kesehatan dalam menjalankan program sebelumnya. Salah satu inovasi yang pernah dikembangkan untuk mendukung percepatan penanganan stunting di Kukar adalah Raga Pantas.
 
Raga Pantas sendiri lahir ketika Kukar mulai memperkuat posisi sebagai lokus konvergensi penanganan stunting. Inovasi tersebut menjadi salah satu pengalaman daerah dalam membangun pendekatan yang lebih terintegrasi terhadap persoalan stunting.
 
Namun, menurut Ismi, keberadaan inovasi sebelumnya tidak berarti pengembangan program berhenti pada pendekatan yang sama. Tim Kesmas tetap membuka ruang untuk mengembangkan model baru berdasarkan kebutuhan dan evaluasi pelaksanaan di lapangan.
 
“Raga Pantas itu inovasi yang sebelumnya,” ujarnya.
 
Pengembangan inovasi baru juga ditempatkan dalam rangkaian penguatan penanganan stunting yang lebih luas. Dinas Kesehatan saat ini tidak hanya berbicara mengenai program, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia, sistem informasi, sarana pelayanan, edukasi masyarakat serta kerja sama lintas sektor.
 
Dengan demikian, inovasi baru yang sedang disiapkan tim Kesmas diharapkan menjadi bagian dari proses pengembangan kebijakan kesehatan masyarakat di Kukar. Detail bentuk dan sasaran inovasi tersebut masih dalam tahap pengembangan.
 
“Ini ada inovasi baru yang sedang dikembangkan oleh teman-teman Kesmas,” pungkas Ismi. (adv)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)